Jemaah Tuhan (Jelajah PL 697)

Ulangan 23:1-2

Ada peraturan yang cukup menarik, seringkali membuat kebingungan di kalangan pembaca Alkitab. Peraturan-peraturan ini ditujukan kepada mereka yang masuk dalam jemaah Tuhan. Alkitab tidak segan-segan menggunakan istilah yang mungkin dianggap tabu. Tetapi dalam hal ini memang harus dijelaskan demikian, karena aturan ini sangat spesifik. Seorang laki-laki yang memiliki masalah fisik di alat kelamin, tidak diperbolehkan untuk masuk dalam jemaat Tuhan.

Pada waktu itu, laki-laki bisa mengalami kerusakan alat kelamin, karena memang dikondisikan seperti itu. Jika kita melihat sejarah kerajaan zaman dulu, ada yang disebut dengan kasim, yaitu seseorang yang bekerja di istana raja dan harus memotong alat kelaminnya. Tuhan tidak pernah mengizinkan praktik ini terjadi pada manusia. Orang itu dengan sengaja telah merusak bagian tubuh yang sudah diciptakan oleh Tuhan. Bisa juga kondisi seperti ini terjadi karena kecelakaan atau akibat peperangan.

Di dalam Yesaya 56, Tuhan tidak bermaksud untuk membedakan orang-orang asing dan orang-orang yang memiliki masalah fisik di alat kelamin. Maksud dari “jemaah Tuhan” berkaitan dengan jabatan pemimpin Israel, seperti tua-tua, kepala pasukan, dan sejenisnya. Di dalam Ulangan 31:28-30, tua-tua dan kepala itu menjadi perantara bagi umat Israel. Jadi, istilah jemaah Tuhan di pasal ini merupakan istilah yang ditujukan khusus pada para pemimpin Israel pada waktu itu.

Selanjutnya, seorang anak haram tidak diperbolehkan masuk jemaah Tuhan, bahkan sampai keturunan yang kesepuluh. Anak haram ini ditujukan pada anak yang tidak memiliki identitas pasti dari orang tuanya. Misalnya, anak dari seorang perempuan yang memiliki hubungan dengan banyak laki-laki, sehingga anak itu tidak jelas dari keturunan laki-laki yang mana. Pada waktu itu belum ada tes DNA, sehingga tidak bisa memastikan anak itu berasal dari keturunan yang mana.

Peraturan seperti ini dimaksudkan supaya orang Israel tidak mempermainkan hubungan suami istri. Ketika seorang anak berasal dari bapak yang tidak diketahui, maka secara sosial ia akan mengalami kesulitan. Israel masih menganut sistem kesukuan dari pihak laki-laki. Setiap suku mempunyai milik pusaka tersendiri. Karena itu, identitas anak ini tidak akan jelas. Belum lagi jika bapak dari anak ini berasal dari luar Israel, maka anak ini tidak akan mendapatkan identitas yang jelas.

Di dalam tradisi Yahudi, silsilah itu sangat penting. Karena itulah, kitab Matius dimulai dari silsilah Yesus Kristus. Jika Yesus Kristus tidak jelas dengan silsilah, maka ia tidak akan bisa diterima oleh orang Yahudi sebagai Mesias. Dia juga tidak akan diperbolehkan mengajar di Bait Suci. Bahkan dengan silsilah yang sudah sangat jelas, Yesus Kristus tetap tidak diterima secara nasional oleh Israel sebagai Mesias mereka.

Dalam prinsip rohani, orang percaya disebut sebagai anak-anak Tuhan yang dilahirkan melalui roh. Orang percaya adalah orang yang sudah dilahirkan kembali, melalui keselamatan dan Roh Kudus. Percuma orang rajin melayani Tuhan, tetapi ia belum dilahirkan kembali. Semua pelayanannya hanya bersifat aktivitas saja. Pelayanannya tidak akan menyenangkan Tuhan. Orang mengerti Tuhan pasti sudah dilahirkan kembali.

Views: 17

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top