Jangan Menyembah Patung (Jelajah PL 618)

Ulangan 5:2-10

Tuhan telah mengikat perjanjian dengan bangsa Israel di Horeb (Sinai). Perjanjian itu sudah berlaku selama empat puluh tahun. Sebagian orang Israel yang masih hidup pada saat kitab Ulangan ditulis, mereka adalah orang-orang yang berusia di bawah dua puluh tahun pada saat peristiwa di Sinai. Semua yang berusia di atas dua puluh tahun sudah mati, kecuali Musa. Perjanjian ini bukan dengan nenek moyang mereka, tetapi dengan mereka sendiri yang masih hidup sampai pada saat itu.

Tuhan berbicara berhadapan muka dari tengah api. Pada waktu itu Musa berdiri di antara Tuhan dan bangsa Israel, untuk memberitahukan firman itu. Bangsa Israel tidak bisa berhadapan langsung dengan Tuhan dan tidak naik ke gunung Sinai. Bangsa Israel mendapatkan ketetapan dan peraturan ini melalui Musa. Ketika memberikan perintah ini, Tuhan memperkenalkan diri sebagai Tuhan yang membawa bangsa Israel keluar dari tanah Mesir, keluar dari tempat perbudakan.

Hukum pertama dikatakan: Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. Hukum Tuhan itu sempurna dan tidak menakutkan. Hukum Tuhan itu indah, karena mencerminkan dan menggambarkan Pribadi Tuhan. Hukum sebenarnya juga menggambarkan sebuah bangsa yang mau menerima atau menyepakati hukum tersebut. Misalnya, hukum yang memperbolehkan aborsi, maka hukum itu juga akan mencerminkan perilaku bangsa tersebut.

Hukum pertama ini menggambarkan bahwa Tuhan telah memperkenalkan diri kepada bangsa Israel. Tuhan ini adalah Tuhan satu-satunya dan unik, tidak bisa disamakan atau dibandingkan dengan allah lain yang disembah oleh bangsa-bangsa selain Israel. Bangsa-bangsa lain telah membuat dan menyembah allah-allah mereka sendiri yang sebenarnya tidak ada dan tidak memiliki pribadi. Tidak ada lebih dari satu Pencipta. Karena itu Tuhan menegaskan, “Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.”

Hukum kedua: Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.

Perintah ini bukan melarang manusia membuat patung dengan tujuan seni. Perintah ini melarang manusia membuat patung untuk disembah. Tuhan tidak pernah muncul dalam bentuk apapun di gunung Sinai itu. Di dalam Perjanjian Lama, Tuhan muncul dalam bentuk-bentuk yang tidak bisa ditiru untuk dijadikan patung. Karena itulah manusia tidak boleh membuat patung yang digunakan untuk obyek penyembahan.

Tuhan menyebut sebagai Tuhan yang cemburu. Tuhan tidak mau ada pihak ketiga yang mengganggu relasi antara Tuhan dan manusia. Tuhan cemburu ketika kita mengalihkan kasih dan sayang kita yang seharusnya untuk Tuhan, tetapi diberikan kepada pihak ketiga. Salah satu pihak ketiga itu adalah patung.

Views: 24

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top