Jangan Melawan Tuhan (Jelajah PL 614)

Ulangan 4:23-30

Tuhan memperkenalkan diri sebagai Allah yang cemburu. Cemburu sebenarnya tidak salah. Marah juga tidak salah, asal tujuan marah itu benar. Cemburu terjadi ketika ada hubungan khusus, tetapi hubungan ini diganggu oleh pihak ketiga. Tuhan ingin kita memiliki hubungan khusus atau pribadi dengan Tuhan. Jika ada pihak ketiga, Tuhan tidak berkenan. Hubungan khusus ini bukan hanya berbicara tentang suami istri, tetapi juga berbicara tentang Tuhan dan ciptaan-Nya. Jika manusia mulai menyembah yang lain, maka Tuhan cemburu.

Israel ditetapkan oleh Tuhan untuk menjadi saksi. Bangsa-bangsa akan mengenal Tuhan melalui bangsa Israel. Seandainya bangsa Israel berlaku buruk sekalipun, mereka tetap akan menjadi saksi, melalui hukuman atau tulah yang Tuhan berikan kepada bangsa Israel. Bangsa lain akan melihat semua hal yang buruk, ketika bangsa Israel meninggalkan Tuhan. Ketika bangsa Israel melanggar firman Tuhan, maka bangsa lain akan melihat kedahsyatan murka Tuhan.

Tuhan memberikan nubuatan di ayat 27, “Tuhan akan menyerakkan kamu di antara bangsa-bangsa dan hanya dengan jumlah yang sedikit kamu akan tinggal di antara bangsa-bangsa, ke mana TUHAN akan menyingkirkan kamu.” Nubuatan ini digenap. Karena itu, ada kalangan Kristen Liberal yang tidak percaya bahwa kitab Ulangan ini ditulis oleh Musa. Kalangan ini menyatakan bahwa kitab ini ditulis setelah masa pembuangan di Babel. Mereka tidak percaya dengan nubuatan yang ditulis oleh Musa ini.

Ketika bangsa Israel diserakkan, maka mereka akan beribadah kepada ilah-ilah lain, kepada buatan tangan manusia, dari kayu dan batu, yang tidak dapat melihat, tidak dapat mendengar, tidak dapat makan dan tidak dapat mencium (ayat 28). Di tempat bangsa-bangsa lain itulah mereka melakukan kebodohan ini. Tuhan menyerahkan mereka kepada hawa nafsu dan keinginan daging mereka. Hal ini merupakan salah satu bentuk penghakiman dari Tuhan.

Dalam konteks tertentu, kitab Roma 1:26 mencatat, “Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab istri-istri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar.” Tuhan bisa saja membiarkan orang tersebut hancur dalam dosa yang dilakukannya. Demikian juga dengan orang Israel, mereka memiliki kehendak bebas untuk memilih melawan Tuhan. Jangan sampai kita di tahap ini. Kalau Tuhan masih memberi disiplin kepada kita, kita patut mengucap syukur. Jangan sampai kita hancur dengan dosa kita sendiri dan Tuhan membiarkannya.

Seharusnya kita tidak lagi jatuh ke dalam dosa. Tetapi seandainya kita jatuh ke dalam dosa, jika kita mau mencari Tuhan, maka kita akan tetap bisa dipulihkan. Tidak ada dosa yang sangat parah, sehingga kita tidak bisa dipulihkan. Tuhan Yesus sudah menanggung semua dosa dunia, termasuk buah dosa yang paling parah sekalipun.

Daud pernah mengalami hal yang sama. Ia jatuh dalam dosa. Pada saat itu, Daud berseru kepada Tuhan dan Tuhan memberikan pemulihan kepadanya. Memang ada konsekuensi yang diterima, tetapi Tuhan tetap mengampuni dosa yang bisa membuatnya menuju kepada maut.

Views: 22

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top