Israel Menjadi Saksi (Jelajah PL 611)

Ulangan 4:3-6

Musa mengingatkan kembali peristiwa Baal-Peor. Peristiwa ini tercatat di dalam Bilangan 25. Peristiwa ini ada kaitannya dengan nabi Bileam. Bileam ini telah diupah oleh raja Moab untuk mengutuki Israel. Bileam adalah seorang nabi yang mata duitan. Bileam sebenarnya sangat tertarik dengan uang ditawarkan oleh raja Moab. Tetapi Bileam tidak bisa mengutuki Israel karena Tuhan melarangnya.

Pada akhirnya, Bileam menasihati orang Moab untuk membuat orang Israel meninggalkan Tuhan. Orang Moab menggunakan para perempuan Moab untuk memengaruhi orang-orang Israel. Mereka memikat banyak laki-laki Israel. Mereka berzinah dan berakhir pada penyembahan Baal-Peor. Tuhan sangat marah dengan perilaku orang Israel itu, sehingga Tuhan menghukum bangsa Israel dan banyak yang mati. Ini juga menjadi peringatan bagi kita.

Memang ada banyak hal yang perlu kita ingat, terutama firman Tuhan. Kita bisa belajar dari keberhasilan atau kekalahan para tokoh Alkitab. Kita juga bisa belajar dari keberhasilan dan kekalahan kita sendiri. Segala sesuatu yang penting, bisa ingat kita terus. Segala sesuatu yang tidak baik, kita lupakan semuanya itu, supaya tidak terus menghantui kita. Semua pikiran kotor dan kehidupan lama harus ditanggalkan.

Musa mengingatkan generasi Yosua, supaya tidak melakukan kesalahan yang sama, seperti yang pernah dilakukan oleh nenek moyang mereka. Tuhan telah memunahkan orang-orang Israel yang mengikuti Baal-Peor, sedangkan mereka sendiri yang berpaut pada Tuhan masih hidup sampai saat itu. Karena itu, penting bagi Musa untuk mengingatkan semua itu, termasuk juga mengajarkan kembali ketetapan dan peraturan Tuhan.

Jika bangsa Israel melakukan semua ketetapan dan peraturan Tuhan dengan setia, maka mereka akan menjadi bijaksana dan bisa menggunakan akal budi dengan baik. Menjadi berhikmat berbeda dengan menjadi berpengetahuan (berpendidikan). Untuk mendapatkan pendidikan, maka kita bisa sekolah. Tetapi pendidikan tidak menjamin seseorang akan berhikmat atau menjadi bijaksana. Bijaksana tidak memiliki hubungan secara langsung dengan pendidikan.

Banyak orang berpendidikan tinggi dan memiliki gelar akademik, tetapi belum tentu bijaksana atau berhikmat. Mereka bisa bebal dan akhirnya berkata bahwa tidak ada Tuhan. Hikmat itu ada di dalam Tuhan. Orang berhikmat ketika ia mampu membuat keputusan yang sesuai dengan firman Tuhan. Asal hikmat adalah kesadaran kita bahwa Tuhan telah menciptakan segala sesuatu di muka bumi ini. Tuhan memiliki hukum jasmani dan rohani. Hukum jasmani kita dapatkan dari pendidikan. Hukum rohani kita dapatkan dari Alkitab.

Ketika Israel taat kepada Tuhan, maka mereka akan menjadi saksi bagi bangsa-bangsa. Bangsa-bangsa lain akan mengagumi bangsa Israel. Ketika Tuhan memilih Israel sebagai umat-Nya, Tuhan ingin menjadikan bangsa Israel sebagai tiang penopang dan dasar kebenaran. Tuhan mengasihi semua bangsa di dunia ini, sehingga menjadikan bangsa Israel menjadi anak sulung-Nya, menjadi saksi, supaya semua bangsa mengenal Tuhan melalui bangsa Israel. 

Views: 20

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top