Ulangan 9:1-3
Di pasal ini kita sedang diingatkan bahwa Musa sedang memberikan pesan-pesan terakhir. Bangsa Israel sedang berada di sebelah timur sungai Yordan. Sungai Yordan itu menjadi batas timur dari tanah Kanaan. Mereka sudah menduduki tanah di sebelah timur sungai Yordan, tetapi mereka belum masuk ke tanah Kanaan. Sebentar lagi bangsa Israel akan masuk ke tanah Kanaan dan Musa sudah mengetahui semua itu. Karena itu Musa memberi pesan-pesan ini kepada bangsa Israel.
Musa berkata bahwa pada hari ini bangsa Israel akan memasuki tanah Kanaan. Kata “hari ini” menunjukkan masa pada waktu itu. Peristiwa itu tidak akan ditunda lagi oleh Tuhan. Bangsa Israel tidak akan lagi berputar-putar di padang gurun. Bangsa Israel segera akan masuk ke negeri Kanaan. Memang peristiwa itu belum terjadi, tetapi Musa memiliki keyakinan yang besar bahwa hal itu akan segera terjadi.
Sebenarnya tidak mudah bangsa Israel bisa memasuki tanah Kanaan. Bangsa Israel bisa menduduki tanah Kanaan itu dengan mengalahkan bangsa-bangsa yang ada di negeri Kanaan itu. Apalagi disebutkan bahwa tanah Kanaan itu sedang diduduki oleh bangsa-bangsa yang lebih besar dan lebih kuat daripada Israel. Bangsa-bangsa di Kanaan juga memiliki kota-kota besar yang kubunya sampai ke langit. Salah satu bangsa disebut sebagai orang Enak yang memiliki perawakan tubuh yang besar dan tinggi.
Secara strategi perang, bangsa Israel tentu memiliki kondisi yang kalah jauh dibandingkan dengan bangsa-bangsa yang tinggal di tanah Kanaan. Menyerang sebuah bangsa yang sudah kuat, akan sangat berisiko. Meskipun demikian, Musa memiliki keyakinan iman bahwa bangsa Israel pasti menduduki tanah Kanaan itu. Iman ini sama dengan iman yang dimiliki oleh Yosua dan Kaleb, pada saat mereka menjadi pengintai.
Pada waktu itu, Tuhan dan Musa menilai bahwa laporan dari sepuluh pengintai yang lain bukan laporan palsu. Memang kota-kota di Kanaan itu merupakan kota-kota yang besar dan berkubu. Ada orang-orang yang tinggi dan perkasa. Orang Enak itu ternyata terkenal dengan kehebatan dan kekuatan mereka. Tuhan dan Musa tidak berkata bahwa sepuluh pengintai yang lain itu salah atau berbohong. Hanya saja, sepuluh pengintai itu tidak memiliki iman kepada Tuhan. Sepuluh pengintai itu mencoba untuk melemahkan hati umat Israel.
Sedangkan Yosua dan Kaleb tetapi optimis dan semangat, sehingga mereka berkata bahwa dengan Tuhan maka bangsa Israel akan masuk dan mengalahkan bangsa Kanaan. Inilah perbedaan antara Yosua dan Kaleb dengan sepuluh pengintai yang lain. Di dunia ini, kita tidak kurang dalam menghadap berbagai macam tantangan. Dalam menghadapi tantangan itu, kita bisa lemah seperti sepuluh pengintai itu.
Tetapi Musa menguatkan mereka. Musa berkata bahwa bukan bangsa Israel yang akan melawan bangsa-bangsa itu, tetapi Tuhan. Di ayat 3 dikatakan, “Maka ketahuilah pada hari ini, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan di depanmu laksana api yang menghanguskan; Dia akan memunahkan mereka dan Dia akan menundukkan mereka di hadapanmu.”
Views: 30