Ulangan 24:4-7
Dalam hal kesetiaan, Tuhan memberikan contoh pelajaran hidup melalui nabi Hosea. Hosea adalah seorang nabi yang kehidupan rumah tangganya digunakan sebagai ilustrasi tentang kesetiaan. Hosea mendapatkan perintah dari Tuhan untuk menikah dengan perempuan yang tidak setia, yaitu Gomer. Setelah menikah dengan Hosea, Gomer telah berkali-kali tidak setia.
Pada saat istrinya tidak setia, Tuhan tidak pernah menyuruh Hosea untuk menceraikannya. Tuhan justru menyuruh Hosea untuk terus mengasihi Gomer. Bahkan pada saat Gomer menjadi budak sekalipun, Tuhan menyuruh Hosea untuk menebus Gomer. Semua ini menjadi ilustrasi kehidupan yang menggambarkan kasih Tuhan kepada bangsa Israel. Ketika bangsa Israel tidak setia dan mengikuti dewa-dewi lain, Tuhan tetap mengasihi bangsa ini.
Ini adalah contoh dan teladan yang indah, meskipun tidak mudah menjadi Hosea. Lebih tidak mudah lagi ketika Tuhan harus rela meninggalkan kemuliaan-Nya di Surga dan menjadi manusia yang berkorban. Ini juga menjadi contoh bagi rumah tangga, bahwa perceraian itu bukan satu-satunya jalan untuk menyelesaikan masalah ketidaksetiaan. Hosea tidak menceraikan Gomer, tetapi memenangkannya kembali.
Jika ada orang yang baru saja menikah, ia dibebaskan untuk tidak ikut maju berperang atau mendapatkan pekerjaan berat selama satu tahun. Tuhan memberikan perintah ini supaya laki-laki itu memperhatikan rumah tangga yang baru, menyukakan hati perempuan yang telah menjadi istrinya. Perintah ini juga pernah tercatat di pasal 20. Tuhan menginginkan suami istri bisa saling mengasihi dan saling menyukakan hati.
Perintah seperti ini memang tidak sesuai dengan zaman ini, ketika orang menikah karena memang saling mencintai. Pada zaman dulu, pernikahan biasanya terjadi karena perjodohan atau kewajiban. Kebanyakan dari pasangan di zaman itu, pertama-tama tidak saling mengenal dan mencintai. Mereka mulai belajar mengasihi dan mencintai, setelah menikah. Ketika kita memutuskan untuk membahagiakan pasangan, sebenarnya kita juga sedang membahagiakan diri sendiri.
Selanjutnya Tuhan mengatur tentang gadai. Memang Tuhan tidak ingin orang Israel membungakan uang pada saat orang tersebut perlu, tetapi Tuhan tidak melarang gadai. Hanya saja Tuhan mengatur supaya tidak menjadikan batu kilangan atas sebagai gadai. Batu kilangan atas adalah alat dalam bentuk batu yang biasanya digunakan untuk membuat makanan. Artinya, batu kilangan itu memang diperlukan untuk mendapatkan makanan.
Misalnya, di zaman sekarang, sebuah keluarga menggunakan motornya sebagai alat untuk mencari uang (ojek online). Keluarga tersebut kekurangan uang dan ingin pinjam dengan gadai motor. Jika motor itu diambil oleh orang yang memberi hutang, maka keluarga itu tidak akan mendapatkan penghasilan. Kita tidak bisa melakukan hal itu. Disebutkan di ayat 6 bahwa gadai seperti itu akan mengambil nyawa orang. Intinya, Tuhan ingin bangsa Israel dan kita mau bermurah hati kepada sesama.
Views: 0