Hukuman Tuhan (Jelajah PL 628)

Ulangan 7:1-2

Tuhan memberi kepastian kepada bangsa Israel, bahwa generasi mereka akan segera masuk ke tanah perjanjian, yaitu tanah Kanaan. Pada saat itu mereka sudah berada di sebelah timur sungai Yordan. Memang mereka belum masuk ke tanah Kanaan. Mereka belum menjadi pemilik tanah perjanjian itu. Tetapi Musa memiliki keyakinan bahwa tanah perjanjian itu akan menjadi milik bangsa Israel.

Di pasal sebelumnya, Tuhan sudah mengingatkan berbagai macam ketetapan dan peraturan, sebelum mereka masuk ke tanah Kanaan. Tuhan juga mengingatkan mereka supaya tidak melupakan Tuhan ketika mereka sudah berada di tanah Kanaan, tanah yang penuh dengan berkat melimpah. Tuhan menghalau banyak bangsa di Kanaan, yaitu: orang Het, orang Girgasi, orang Amori, orang Kanaan, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus. Mereka adalah bangsa-bangsa yang lebih banyak dan lebih kuat dibandingkan dengan bangsa Israel.

Di dalam kehidupan rohani kita juga demikian. Kita akan mengalami peperangan-peperangan rohani. Peperangan kita seringkali melawan keegoisan kita sendiri, bukan melawan darah dan daging. Tetapi Tuhan telah memberikan janji kemenangan kepada kita, asalkan kita tetap taat dan setia kepada-Nya. Kita tidak berdiam diri. Tuhan yang akan menolong kita untuk mengalahkan musuh-musuh itu.

Serangan juga terjadi dari orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan atau membenci Tuhan. Orang-orang Kanaan itu adalah orang-orang yang tidak mau mengenal Tuhan. Tuhan telah menantikan bangsa-bangsa itu untuk bertobat, tetapi mereka tetap memilih melawan Tuhan. Karena itu, Tuhan memukul bangsa-bangsa itu hingga kalah. Melalui bangsa Israel, Tuhan menumpas bangsa-bangsa itu, benar-benar dilenyapkan dari muka bumi. Pada saat ini, orang yang membenci Tuhan seringkali menyerang orang percaya, bahkan menyerang firman Tuhan.

Sebenarnya Tuhan mengasihi semua umat manusia. Kita bisa membandingkannya dengan Kejadian 15:16 dikatakan, “Tetapi keturunan yang keempat akan kembali ke sini, sebab sebelum itu kedurjanaan orang Amori itu belum genap.” Tuhan bahkan sengaja membiarkan bangsa Israel lama diperbudak di Mesir dengan tujuan menantikan pertobatan orang-orang Amori. Tuhan menunggu sangat lama, supaya orang-orang itu berbalik kepada Tuhan. Tetapi justru mereka semakin jahat dan semakin melawan Tuhan.

Tuhan memiliki hak dan kedaulatan untuk melakukan penghukuman. Jika manusia menyimpang dari pada-Nya dan memberontak kepada Tuhan, maka Tuhan memiliki hak untuk membinasakan manusia. Tuhan bisa melakukan semua itu dengan banyak cara. Misalnya: kota Sodom dan Gomora dihancurkan Tuhan dengan api belerang dari langit dan semua makhluk hidup di kota itu binasa. Pada zaman Nuh, saat air bah terjadi, seluruh dunia dihancurkan.

Pada saat itu, Tuhan menggunakan bangsa Israel sebagai sarana untuk menghukum orang Kanaan. Tuhan melarang bangsa Israel mengadakan perjanjian dengan orang Kanaan. Bangsa Israel juga tidak diperbolehkan untuk mengasihani mereka. Hal ini menjadi gambaran bahwa orang-orang Kanaan itu sangat jahat dan berbahaya. Mereka bisa memiliki pengaruh yang buruk terhadap bangsa Israel.

Views: 16

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top