Ulangan 11:8-18
Ketika mereka memasuki tanah Kanaan, Tuhan kembali mengingatkan supaya mereka berpegang pada seluruh perintah yang telah disampaikan oleh Tuhan. Bagi bangsa Israel, tanah Kanaan menjadi pusat dan tujuan hidup mereka. Tanah itu sudah dijanjikan oleh Tuhan untuk menjadi milik pusaka mereka. Tanah itu juga menjadi simbol berkat Tuhan bagi bangsa Israel. Tanah itu juga menjadi tanda kedekatan mereka dengan Tuhan.
Ketika bangsa Israel taat dan dekat kepada Tuhan, maka mereka bisa menikmati tanah Kanaan itu dengan semua kesuburannya. Tanah itu berlimpah susu dan madunya. Tanah itu juga dibandingkan dengan Mesir. Di ayat 10, Mesir disebut sebagai tempat yang sangat kering. Untuk bercocok tanam di Mesir, mereka menggunakan irigasi. Karena itu, sungai Nil menjadi andalan bagi orang Mesir untuk melakukan aktivitas mereka.
Tuhan membuat tanah Kanaan sangat subur. Negeri itu bergunung-gunung dan berlembah-lembah, mendapatkan banyak air hujan. Tanah itu akan selalu subur, ketika Israel mau terus mengandalkan Tuhan. Negeri itu dipelihara oleh Tuhan. Mata Tuhan terus mengawasinya dari awal sampai akhir tahun. Tanah menjadi pusat bagi kehidupan orang Israel, karena itu adalah bagian dari perjanjian antara Tuhan dengan Abraham. Jika bangsa Israel dekat dengan Tuhan, maka Tuhan akan memberkati tanah itu, menghasilkan panen yang berhasil.
Tuhan juga berjanji akan memberi hujan awal dan hujan akhir. Ini berbicara mengenai hujan di waktu yang tepat. Hujan awal terjadi di musim gugur, cocok untuk waktu menanam. Hujan akhir terjadi di musim semi, membantu pertumbuhan tanaman yang sudah ditanam sebelumnya. Untuk mendapatkan berkat yang tepat itu, bangsa Israel harus benar-benar bergantung kepada Tuhan. Jika mereka menjauh dari Tuhan, maka Tuhan tidak akan menurunkan hujan.
Tuhan pernah menutup hujan beberapa kali. Yang paling terkenal adalah peristiwa di zaman Elia. Pada waktu itu, bangsa Israel sangat jauh dari Tuhan. Mereka dipimpin oleh raja yang sangat jahat, yaitu raja Ahab. Tuhan menghukum tanah itu, sampai tidak turun hujan selama tiga setengah tahun. Pada saat seperti itulah, orang Israel akan merasakan penderitaan, karena tidak mau mengikuti firman Tuhan dan sengaja menjauhkan diri dari Tuhan.
Tuhan menginginkan supaya semua perintah Tuhan itu ditaruh di dalam hati dan jiwa. Secara literal, orang Israel biasanya memang mengikat firman Tuhan itu sebagai tanda pada tangan dan juga sebagai lambang di dahinya. Kemungkinan hal ini yang ditiru oleh Anti-Kristus di akhir zaman, yaitu ketika ia memaksakan orang untuk menaruh angka tertentu di tangan dan di dahi sebagai lambang ketertundukan manusia terhadap Anti-Kristus.
Sebenarnya Tuhan tidak menginginkan hal itu dilakukan secara literal. Maksud Tuhan, supaya firman itu selalu ada pada diri orang Israel dan orang percaya. Firman Tuhan menjadi bagian hidup bagi orang percaya. Semua yang kita pikirkan, kita katakan dan kita lakukan, seharusnya selaras dengan firman Tuhan. Setelah itu, barulah kita bisa mempengaruhi generasi setelah kita.
Views: 20