Hari Raya Pentakosta (Jelajah PL 673)

Ulangan 16:9-12

Selanjutnya dijelaskan tentang hari raya Tujuh Minggu. Nama populer dari hari raya ini adalah Pentakosta. Pentakosta artinya hari ke lima puluh setelah Paskah. Pada hari Pentakosta ini, tidak ada keharusan untuk menyembelih domba. Yang diberikan kepada Tuhan pada hari Pentakosta ini adalah persembahan sukarela. Di dalam Imamat 23:17 ada persembahan dua roti unjukan yang harus diberikan dari sepersepuluh eva tepung yang terbaik dicampur dengan ragi.

Adonan yang dicampur dengan ragi ini menggambarkan tentang pencampuran antara Yahudi dengan non-Yahudi. Ketika Tuhan Yesus mati di kayu salib dan bangkit kembali, lima puluh hari kemudian (bertepatan dengan hari Pentakosta), terjadi pencurahan Roh Kudus. Roh Kudus ini diberikan pertama-tama kepada orang-orang Yahudi, selanjutnya juga dicurahkan kepada orang-orang non-Yahudi.

Pada saat pencurahan Roh Kudus yang bertepatan dengan hari raya Pentakosta, para murid berkata-kata dengan bahasa lain (bahasa lidah). Pada waktu itu, orang Yahudi dari berbagai tempat masih berkumpul di Yerusalem. Pentakosta menjadi salah satu hari raya utama, sehingga orang-orang Yahudi diharuskan datang di Yerusalem. Ada banyak orang Yahudi yang sudah diaspora atau merantau ke berbagai negara, mereka kembali ke Yerusalem.

Pada saat mereka berkumpul di Yerusalem, mereka mendengar para murid itu berbicara dalam bahasa-bahasa dari tempat asal mereka masing-masing. Ada lima belas daerah yang disebutkan di dalam Kisah Para Rasul 2. Inilah yang disebut dengan karunia bahasa lidah, yaitu ketika para murid bisa berbicara dalam berbagai bahasa di dunia ini, tanpa harus belajar terlebih dulu. Isi dari perkataan para murid itu adalah memberitakan tentang Yesus Kristus. Bahasa lidah sudah berhenti, setelah Alkitab selesai ditulis.

Dengan penyampaian berita tentang Yesus Kristus melalui berbagai bahasa itu, sebenarnya sedang diumumkan bahwa Yesus Kristus bukan hanya Penyelamat untuk orang Yahudi saja. Tuhan akan menggunakan orang-orang dengan berbagai negara dan bahasa. Saat ini, kekristenan sudah tersebar ke seluruh dunia dan bahasa. Hari pencurahan Roh Kudus ini sudah digenapi, tetapi dampaknya masih ada sampai pada saat ini.

Roh Kudus sudah turun dan diam di dalam hati orang percaya. Di dalam Efesus 1:13 dikatakan, “Di dalam Dia kamu juga – karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu – di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.” Ketika Roh Kudus ada di dalam hati kita, maka manifestasinya bukan bergetar-getar atau menggelepar-gelepar seperti orang kerasukan.

Manifestasi atau dampak Roh Kudus tinggal di dalam hati kita adalah ketika kita semakin mengerti kehendak Tuhan. Pada saat sudah mengerti kehendak Tuhan, maka orang percaya akan menghasilkan buah, minimal yang tampak adalah buah roh. Buah itu akan tampak melalui perbuatan dan perkataan kita. Itulah yang bisa dirasakan oleh orang-orang yang ada di sekitar kita, karena ada perubahan diri ke arah yang lebih baik, serupa dengan Kristus.

Views: 0

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top