Ulangan 3:12-14
Orang Israel akan segera masuk ke tanah Kanaan. Ketika mereka berada di tanah Kanaan nanti, mereka juga akan menghadapi berbagai macam tantangan. Karena itulah, Musa mengingatkan sejarah Israel dan penyertaan Tuhan, sehingga generasi Yosua itu tidak takut. Tuhan sudah mengalahkan raksasa Kanaan, yaitu raja Og. Ini salah satu bentuk penyertaan Tuhan. Jika Tuhan menyertai bangsa Israel di masa lalu, maka Tuhan juga akan menyertai bangsa Israel di generasi Yosua.
Ancaman yang paling berat dalam kehidupan manusia adalah kematian kekal. Ancaman itu sudah dikalahkan oleh Tuhan. Kita sudah menjadi orang-orang yang berpengharapan. Kita sudah mendapatkan keselamatan kekal dari Tuhan. Jika ancaman yang paling berat saja, kita mendapatkan penyertaan dan pengharapan dari Tuhan, apalagi ancaman-ancaman lain.
Ketika bangsa Israel berperang, seringkali tidak bisa dilihat strategi perang yang digunakannya. Tanpa strategi tertentu yang dipersiapkan, tiba-tiba saja bangsa Israel bisa menang. Semua itu karena penyertaan Tuhan. Bangsa Israel bisa merebut sekitar enam puluh kota (ayat 4). Kota itu bukan kota-kota kecil, tetapi kota yang berkubu, memiliki tembok tinggi dan pertahanan yang sangat baik. Sebenarnya semuanya ini menjawab ketakutan dan kekuatiran sepuluh pengintai.
Ketika kita fokus pada masalah, maka masalah itu akan tampak besar. Jika kita fokus pada Tuhan yang maha kuasa, maka masalah kita akan terlihat kecil dan Tuhan yang besar. Ini semua bukan teori, tetapi harus kita praktikkan. Bangsa Israel ketika fokus kepada Tuhan, maka mereka mendapatkan kemenangan demi kemenangan.
Akhirnya bangsa Israel menempati dua wilayah baru, yaitu wilayah raja Sihon (di bagian selatan) dan raja Og (di bagian utara). Wilayah itu masih berada di sebelah timur sungai Yordan. Setelah menguasai wilayah itu, ada bani Israel yang merasa rugi jika meninggalkan wilayah itu. Mereka seharusnya masuk ke tanah Kanaan dengan cara menyeberangi sungai Yordan. Tanah Kanaan merupakan tanah yang dijanjikan oleh Tuhan kepada seluruh bangsa Israel.
Ada dua setengah suku yang memutuskan untuk tinggal di sebelah timur sungai Yordan, yaitu suku Gad,Ruben, dan setengah suku Manasye. Kedua suku ini memiliki peternakan yang cukup berhasil. Mereka melihat bahwa tanah di sebelah timur sungai Yordan itu cocok untuk beternak. Kemungkinan suku Israel yang lain fokus pada pekerjaan lain seperti pertanian. Tuhan memberi izin kepada dua setengah suku itu untuk tinggal di sebelah timur sungai Yordan.
Sebenarnya Musa sempat marah kepada mereka, karena dianggap bahwa mereka tidak mau masuk ke tanah Kanaan, seperti yang pernah terjadi dalam pemberontakan nenek moyang mereka, tiga puluh delapan tahun sebelumnya. Dua setengah suku itu menenangkan Musa. Mereka berjanji akan ikut berperang di tanah Kanaan. Bahkan mereka yang akan masuk ke tanah Kanaan terlebih dulu. Anak Manasye yang memilih untuk tinggal di wilayah timur itu adalah Yair.
Views: 25