Ulangan 4:2
Dalam mempelajari firman Tuhan, prinsip yang harus diingat adalah tidak menambah atau mengurangi firman yang sudah disampaikan oleh Tuhan. Firman Tuhan itu murni dan menjadi patokan sepanjang zaman. Di dalam Amsal 30:5-6 dikatakan, “Semua firman Allah adalah murni. Ia adalah perisai bagi orang-orang yang berlindung pada-Nya. Jangan menambahi firman-Nya, supaya engkau tidak ditegur-Nya dan dianggap pendusta.”
Konsep yang sama dicatat juga di dalam Wahyu 22:18-19 dikatakan, “Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini. Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini.”
Dari hal ini, kita seharusnya percaya bahwa Alkitab yang ada di tangan kita adalah firman Tuhan yang sempurna. Alkitab menjadi kanon tertutup, artinya Tuhan tidak menambah lagi firman-Nya. Di dalam 1 Korintus 13:10 dikatakan, “Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap.” Di ayat sebelumnya dikatakan bahwa semua karunia pewahyuan akan berakhir, yaitu nubuat, bahasa lidah dan karunia pengetahuan. Semua itu tidak sempurna (tidak lengkap). Ketika yang lengkap datang, maka yang tidak lengkap tidak perlu lagi.
Hari ini sudah tidak ada lagi nubuatan dan pewahyuan secara langsung dari Tuhan, kepada orang-orang tertentu. Tuhan tetap aktif untuk memimpin umat-Nya setiap hari. Saat ini Tuhan menuntun kita dengan cara menerangi pikiran kita, bukan dengan cara pewahyuan atau nubuatan. Jika pada saat ini masih terjadi pewahyuan dan nubuatan, berarti ada firman Tuhan yang baru. Jika seperti itu, maka firman Tuhan belum selesai diturunkan. Alkitab bukanlah firman Tuhan yang lengkap. Akhirnya Alkitab tidak menjadi kanon atau patokan.
Firman Tuhan sudah cukup bagi kita. Di zaman Musa, firman Tuhan sudah cukup bagi mereka di zaman itu, sehingga Musa memperingatkan bangsa Israel supaya tidak menambah atau mengurangi firman Tuhan. Di dalam 2 Timotius 3:16-17 dikatakan, “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.”
Semua tulisan yang diilhamkan oleh Tuhan, yaitu Alkitab, sudah cukup untuk memperlengkapi tiap-tiap manusia umat kepunyaan Tuhan untuk setiap perbuatan baik. Artinya, Alkitab tertulis yang ada di tangan kita sudah cukup untuk memperlengkapi kita. Yang perlu kita lakukan adalah mempelajari firman Tuhan tertulis itu. Orang-orang yang belajar Teologi akan mempelajari hermeneutik atau ilmu menafsir, supaya bisa menggali firman Tuhan untuk diterapkan dalam kehidupan saat ini.
Views: 20