Ulangan 9:5
Kita tidak memiliki jasa apa-apa kepada Tuhan. Kita tidak bisa membanggakan semua yang sudah kita lakukan. Apalagi dalam hal keselamatan, kita tidak memiliki jasa atau kontribusi apapun. Firman Tuhan jelas berkata bahwa keselamatan terjadi bukan karena kehebatan kita, bukan karena kebenaran kita. Kalau kita membaca mengenai tanah Kanaan, maka tanah perjanjian itu merupakan gambaran atau tipologi dari Surga atau keselamatan.
Di ayat 5 dikatakan, “Bukan karena jasa-jasamu atau karena kebenaran hatimu engkau masuk menduduki negeri mereka, tetapi karena kefasikan bangsa-bangsa itulah, TUHAN, Allahmu, menghalau mereka dari hadapanmu, dan supaya TUHAN menepati janji yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub.”
Israel keluar dari perbudakan di Mesir. Perbudakan di Mesir menggambarkan dosa. Setelah itu bangsa Israel masuk ke padang gurun. Padang gurun menggambarkan orang Kristen yang berada di dunia sekarang ini. Setelah kita diselamatkan dari dosa, dunia sudah membenci kita. Kita sebenarnya bukan berasal dari dunia ini, sehingga dunia menjadi seperti padang gurun bagi kita. Di dalam perjalanan di padang gurun, kita disertai oleh Tuhan.
Di padang gurun, pada saat itu, Tuhan menyertai bangsa Israel. Penyertaan itu dalam wujud tiang awan, tiang api, bahkan manna sebagai makanan orang Israel. Setelah itu bangsa Israel menuju ke tanah Kanaan. Tanah Kanaan ini menggambarkan dua hal, yaitu Surga dan kehidupan Kristen yang berkemenangan. Di pasal ini, Kanaan menggambarkan tentang Surga. Orang Israel masuk ke tanah Kanaan, bukan karena jasa-jasa mereka, bukan juga karena kebenaran mereka.
Demikian juga dengan kita, tidak ada seorang pun yang bisa masuk Surga dengan mengandalkan jasa-jasa atau kebenaran sendiri. Hari ini, ada pengkhotbah yang mengajarkan bahwa kita harus menjadi orang sempurna terlebih dulu, supaya bisa masuk Surga. Kita diajar untuk berusaha sempurna. Tetapi, apakah ada orang yang bisa sempurna di dunia ini, tanpa cacat dan cela? Pengajaran seperti ini sangat berbahaya karena menyesatkan.
Pengajaran itu jelas bertentangan dengan Efesus 2:8-9 yang mengatakan, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.” Seperti Tuhan memperingatkan bangsa Israel dengan mengatakan bahwa semua itu bukan karena jasa-jasa atau kehebatan bangsa Israel.
Sebagai orang percaya, kita masuk Surga bukan karena kemampuan kita. Kita masuk Surga karena telah mencapai kesempurnaan tertentu. Tuhan membawa Israel masuk ke tanah Kanaan karena untuk menepati janji yang sudah diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyang bangsa Israel, yakni: Abraham, Ishak dan Yakub. Karena bangsa Israel adalah keturunan Abraham, maka Tuhan membawa mereka masuk ke tanah Kanaan. Jadi, semua itu murni kasih karunia dari Tuhan.
Views: 17