Bukan Genosida (Jelajah PL 629)

Ulangan 7:3-6

Tujuan Tuhan untuk memusnahkan bangsa-bangsa di tanah Kanaan bukan untuk melenyapkan bangsa tersebut tanpa alasan. Tuhan memusnahkan suku bangsa itu bukan karena kebencian. Bangsa Israel seringkali mendapatkan perlawanan dari bangsa lain, bahkan sampai saat ini. Mereka ingin memusnahkan Israel, atau sering disebut dengan genosida. Hal ini pernah terjadi di zaman Haman (Ester dan Mordekhai), di zaman Firaun, serta di zaman Hitler. Tetapi yang dilakukan oleh Tuhan terhadap bangsa-bangsa di Kanaan bukan genosida.

Pada waktu itu, Tuhan sedang melaksanakan penghukuman bagi bangsa-bangsa di tanah Kanaan. Tuhan menginginkan bangsa Israel tinggal di tanah Kanaan dengan kemurnian rohani. Bangsa-bangsa di tanah Kanaan harus dimusnahkan, karena mereka telah jauh menyimpang dari Tuhan. Bangsa di tanah Kanaan pada waktu itu memang sangat jahat. Mereka bahkan mempersembahkan manusia untuk dewa-dewi yang disembah oleh bangsa itu.

Selain itu juga terjadi penyimpangan perilaku seksual yang melebihi Sodom dan Gomora. Sebenarnya, Sodom dan Gomora juga menjadi bagian dari bangsa yang tinggal di tanah Kanaan itu. Karena penyimpangan yang parah ini, maka menjadi kekejian bagi manusia dan bagi Tuhan. Terjadi banyak sekali kelahiran anak-anak di luar pernikahan. Anak-anak ini yang seringkali dibunuh dan dipersembahkan kepada dewa-dewi mereka. Karena itulah, maka Tuhan memusnahkan bangsa itu.

Tuhan tidak menginginkan bangsa Israel terkontaminasi dengan dosa dan kejahatan bangsa-bangsa itu. Karena itu Tuhan memberi peringatan keras kepada bangsa Israel supaya mereka tidak kawin-mengawin dengan bangsa Kanaan itu. Jika perkawinan terjadi antara orang Israel dengan orang Kanaan, maka mereka memiliki potensi besar untuk menyimpang dari Tuhan, lalu beribadah kepada ilah lain. Jika hal itu terjadi, maka Tuhan pun akan murka dan memusnahkan bangsa Israel juga.

Bangsa Israel juga diberi tugas untuk merobohkan mezbah-mezbah penyembahan yang dilakukan oleh bangsa Kanaan. Orang Israel harus meremukkan tugu-tugu berhala, menghancurkan tiang-tiang berhala, dan membakar habis semua patung-patung. Seandainya ada orang Kanaan yang bertobat dan berbalik kepada Tuhan, mereka tidak dihancurkan. Tuhan tidak membenci mereka, seperti Rahab di Yerikho. Orang Israel menyambut Rahab dengan baik dan justru menjadi salah satu jalur keturunan Mesias.

Orang Israel tidak disuruh untuk membenci orang atau bangsa Kanaan. Orang Israel sedang diberi perintah untuk membinasakan para penyembah berhala. Jika ada di antara mereka mau bertobat dan berbalik kepada Tuhan yang disembah oleh bangsa Israel, maka Tuhan akan memberi pengampunan dan menerima mereka. Ada bangsa Kanaan yang lari dari tanah Kanaan dan bangsa Israel tidak diberi perintah untuk mengejar mereka.

Tuhan sedang menjaga kemurnian bangsa Israel. Karena itu di ayat 6 dikatakan, “Sebab engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu; engkaulah yang dipilih oleh TUHAN, Allahmu, dari segala bangsa di atas muka bumi untuk menjadi umat kesayangan-Nya.”

Views: 24

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top