Bisa Melupakan Tuhan (Jelajah PL 636)

Ulangan 8:5-20

Tuhan berjanji kepada bangsa Israel bahwa mereka akan memasuki tanah Kanaan. Negeri itu digambarkan dengan keadaan yang baik dan sangat subur. Negeri itu memiliki banyak mata air dan danau. Air merupakan elemen yang sangat penting bagi orang-orang yang tinggal di daerah Timur Tengah. Di Indonesia, air tidak terlalu menjadi masalah, kecuali di wilayah-wilayah tertentu yang sering mengalami kekeringan.

Timur Tengah merupakan daerah yang kering. Tetapi di Kanaan, dijelaskan bahwa negeri itu penuh dengan mata air. Di sana juga ada banyak tanaman yang menghasilkan, seperti: gandum, jelai, anggur, pohon ara, delima, zaitun dan madu. Mereka bisa makan roti dengan puas, karena mereka memiliki gandum yang berlimpah. Bahkan ada kandungan besi dan tembaga yang bisa digunakan untuk berbagai macam keperluan.

Inilah gambaran negeri Kanaan, negeri yang Tuhan janjikan kepada bangsa Israel. Kita perlu menyadari bahwa janji negeri ini bukan untuk kita pada saat ini. Janji ini khusus bagi bangsa Israel, karena Tuhan sudah menjanjikan tanah ini dari nenek moyang Israel. Kita hari ini bukan bagian dari Israel. Kita adalah orang Kristen atau orang percaya, kita hidup di zaman gereja. Kita harus menjadi anggota gereja secara lokal, bukan menjadi bagian dari Israel.

Jika kita benar-benar mengikut Tuhan, kita akan merasakan berkat Tuhan dalam hidup kita. Ketika kita mengikuti Tuhan, maka kita akan mengikuti semua prinsip yang Tuhan berikan. Kita juga akan bekerja dengan sungguh-sungguh, sebagai salah satu bentuk memuliakan Tuhan. Tuhan pasti akan memberi kecukupan dan memberkati sesuai dengan kapasitas kita masing-masing.

Tuhan kembali mengingatkan bangsa Israel supaya berhati-hati untuk tidak melupakan Tuhan. Mereka juga tidak diperbolehkan untuk menjadi tinggi hati dan sombong. Untuk hal ini, semua manusia harus memperjuangkannya dengan giat. Kesombongan menjadi potensi utama dosa terjadi. Karena kesombongan, maka pemimpin sebagian malaikat, yaitu Lucifer, memberontak kepada Tuhan. Karena itu, penting bagi kita untuk menjaga diri, supaya tidak masuk kepada kesombongan.

Kita juga perlu berhati-hati supaya tidak meninggalkan Tuhan. Ketika harta mulai bertambah banyak, hidup sudah merasa nyaman dan sepertinya bisa kita kendalikan, maka ada potensi juga untuk meninggalkan Tuhan. Uang dan harta bisa mengubah hati manusia. Manusia bisa menggunakan uang atau harta yang banyak untuk menyenangkan hati. Semua hal bisa menjadi alasan untuk meninggalkan Tuhan. Karena itu, Tuhan memberikan peringatan ini secara berulang-ulang.

Di ayat 19-20 dikatakan, “Tetapi jika engkau sama sekali melupakan TUHAN, Allahmu, dan mengikuti allah lain, beribadah kepadanya dan sujud menyembah kepadanya, aku memperingatkan kepadamu hari ini, bahwa kamu pasti binasa; seperti bangsa-bangsa, yang dibinasakan TUHAN di hadapanmu, kamu pun akan binasa, sebab kamu tidak mau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu.” Orang yang meninggalkan Tuhan, pasti binasa.

Views: 29

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top