Berkat Ketaatan (Jelajah PL 653)

Ulangan 12:1-4

Musa mengantisipasi segala sesuatu, sebelum bangsa Israel masuk ke tanah perjanjian. Musa memberikan berbagai petunjuk, supaya mereka hidup sesuai dengan ketetapan Tuhan. Musa melakukan ini semua, karena imannya kepada Tuhan. Segala sesuatu yang sudah dijanjikan oleh Tuhan, pasti digenapi. Sebenarnya Musa sudah siap untuk masuk ke tanah Kanaan, tiga puluh delapan tahun sebelumnya, pada saat bangsa Israel berada di Kadesh-Barnea, perbatasan tanah Kanaan sebelah selatan.

Pada waktu itu, sepuluh pengintai yang dikirim memberikan pengaruh tidak baik kepada tua-tua dan seluruh bangsa Israel. Berita yang disampaikan oleh sepuluh pengintai itu menyesakkan hati sebagian besar bangsa Israel. Mereka memutuskan untuk tidak percaya kepada Tuhan, tidak mau melangkah dengan iman masuk ke tanah Kanaan. Akhirnya, mereka harus berputar-putar di padang gurun. Tiga puluh delapan tahun kemudian, generasi berikutnya yang akan masuk ke tanah Kanaan.

Musa memiliki keyakinan penuh terhadap Tuhan. Musa tidak peduli dengan rintangan atau serangan bangsa apapun yang sudah siap menyerang Israel. Musa tidak takut dengan semua itu, meskipun Musa sendiri tahu bahwa ia tidak akan masuk ke tanah Kanaan itu. Musa tahu bahwa Tuhan akan membawa bangsa Israel masuk ke tanah perjanjian itu. Karena itu, Musa memberikan berbagai macam ketetapan kepada bangsa Israel, sebelum mereka benar-benar masuk ke tanah Kanaan.

Jika bangsa Israel sudah masuk ke tanah Kanaan, maka pertama-tama mereka diingatkan supaya tidak menyembah ilah lain dan sujud kepadanya. Ketika masuk ke tanah Kanaan, bisa saja mereka tidak memiliki niat untuk menyembah patung. Tetapi jika patung-patung itu masih ada, maka kemungkinan untuk menyembah patung-patung itu, kemungkinan besar akan terjadi. Perbuatan dosa seperti itu bisa saja terjadi karena ada kesempatan.

Bangsa Israel memiliki sejarah kelam mengenai penyembahan berhala. Mereka telah berulang kali jatuh dalam kesalahan ini. Jangan sampai, ketika mereka masuk ke tanah Kanaan, semua patung, tugu-tugu berhala, dan semua tempat penyembahan berhala itu memengaruhi mereka untuk menyembah semua itu. Jika patung-patung orang Kanaan itu masih ada, bisa saja akan ada godaan bagi orang Israel untuk menyembah patung-patung itu. Semua itu harus dimusnahkan.

Tuhan sangat tidak menyukai praktik-praktik penyembahan yang dilakukan oleh orang Kanaan ini. Ini menjadi salah satu alasan Tuhan memusnahkan bangsa Kanaan, dengan memakai bangsa Israel untuk menghukum mereka. Bangsa Israel harus memusnahkan semua tempat seperti itu.

Hari ini, berhala tidak hanya berbentuk patung atau tempat-tempat pemujaan tertentu. Semua yang pentingkan oleh manusia melebihi Tuhan, itu menjadi berhala bagi orang tersebut. Misalnya, berkat yang diberikan oleh Tuhan kepada kita bisa menjadi berhala. Banyak orang lebih menyukai dan mementingkan berkat Tuhan daripada Pemberi berkat. Godaan itu harus dimusnahkan supaya tidak ada kesempatan untuk berbuat dosa. Kita juga perlu menjaga hati, supaya tidak masuk dalam penyembahan berhala yang tidak kelihatan.

Views: 22

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top