Ulangan 11:19-32
Jika kita menjadi orang tua, sebenarnya kita memiliki tanggung jawab yang sangat besar terhadap anak-anak kita. Tanggung jawab besar itu adalah mengajarkan kepada anak-anak tentang Tuhan. Kita mengajarkan firman Tuhan di sepanjang hidup kita dan dalam segala situasi. Pengajaran yang dilakukan tidak hanya dilakukan secara formal, tetapi lebih kepada keteladanan hidup. Pengajaran itu perlu dilakukan berulang-ulang dan terus menerus.
Di ayat 19-20 dikatakan, “Kamu harus mengajarkannya kepada anak-anakmu dengan membicarakannya, apabila engkau duduk di rumahmu dan apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun; engkau harus menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu,” Kita mengajarkan bukan hanya dengan berbicara, tetapi dengan memberi contoh dan teladan.
Jika bangsa Israel sungguh-sungguh berpegang pada firman Tuhan, maka Tuhan akan menyerahkan tanah Kanaan itu kepada mereka. Tuhan akan menghalau segala bangsa dari hadapan orang Israel, sehingga mereka bisa menduduki daerah bangsa-bangsa yang lebih besar dan lebih kuat dari mereka. Setiap tanah yang diinjak oleh telapak kaki mereka, akan dimilikinya. Syaratnya, mereka harus mengikuti firman Tuhan dan melakukan segala sesuatu dengan iman kepada Tuhan.
Kita bukan orang Israel, tetapi kita mendapatkan posisi menjadi anak-anak Tuhan. Kita juga disebut sebagai anak Abraham secara rohani berdasarkan iman. Kita mendapatkan janji yang sedikit berbeda dengan Israel. Memang Tuhan tidak menjanjikan tanah Kanaan bagi kita. Tuhan menjanjikan berkat rohani kepada kita. Sama seperti bangsa Israel di pasal ini, mereka belum masuk ke tanah Kanaan, tetapi mereka beriman bahwa mereka akan segera menjadi pemilik tanah itu.
Bangsa Israel pada waktu itu diperhadapkan dengan berkat dan kutuk. Berbeda dengan kita yang sudah percaya kepada Yesus Kristus, berkat rohani sudah dipersiapkan bagi kita di Surga. Sedangkan kutuk-kutuk hukum Taurat sudah dijauhkan dari kita. Kita masuk Surga bukan karena ketaatan kita kepada Tuhan. Kita mendapatkan keselamatan dan Surga, karena pengorbanan Yesus Kristus, karena anugerah keselamatan yang diberikan oleh Tuhan kepada kita yang sudah bertobat dan percaya kepada Yesus.
Tetapi, bukan berarti, sebagai orang percaya, kita tidak perlu taat kepada Tuhan. Kita taat bukan karena mau masuk Surga. Kita taat karena kita sudah mendapatkan kepastian keselamatan. Ketika kita taat, kita juga akan mendapatkan berkat-berkat Tuhan. Di dalam keselamatan, ada berkat-berkat lain yang telah dipersiapkan. Orang bisa memiliki status keselamatan, tetapi bisa kehilangan berkat karena jatuh ke dalam dosa, biasanya dosa moral.
Tuhan kembali mengingatkan bangsa Israel bahwa mereka sebentar lagi akan menyeberangi sungai Yordan, untuk memasuki dan menduduki tanah perjanjian itu. Karena itu, Tuhan memberi penekanan supaya bangsa Israel mau melakukan semua firman dan perintah Tuhan dengan setia, seperti yang sudah disampaikan berulang-ulang.
Views: 28