Ulangan 22:9-12
Selanjutnya kita akan melihat prinsip dari beberapa hal yang tercatat: tidak boleh menaburi kebun anggur dengan dua jenis benih, tidak membajak dengan lembu dan keledai bersama-sama, tidak memakai pakaian yang memiliki dua jenis bahan. Hal-hal ini mengandung prinsip bahwa Tuhan tidak menghendaki pencampuran yang seharusnya tidak boleh dicampur. Jika dua hal yang disebutkan itu dicampur atau dipasangkan, maka akan terjadi kekacauan.
Misalnya, tidak diperbolehkan untuk membajak dengan lembu dan keledai bersama-sama, bisa saja yang satu lebih cepat dan yang satu lebih lambat, yang satu lebih kuat dan yang satu lebih lambat. Prinsip ini diulang dengan kondisi yang berbeda di dalam 2 Korintus 6:14a, “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang (berjalan dalam satu kuk) dengan orang-orang yang tak percaya.” Jika tidak ada keseimbangan, maka yang terjadi adalah kekacauan.
Dalam penerapannya, Tuhan tidak ingin ada pencampuran dalam pernikahan, antara orang percaya dengan orang tidak percaya. Bukan hanya dalam pernikahan, tetapi di dalam semua hal, Tuhan tidak ingin anak-anak-Nya bercampur dengan dunia. Kita tidak boleh terpengaruh dengan dunia ini, untuk alasan apapun. Kita dipanggil untuk terpisah dari dunia ini. Dengan terpisah, maka kita baru bisa menjadi saksi dan menjadi terang di dunia yang penuh kegelapan ini.
Di ayat 12 dikatakan, “Haruslah engkau membuat tali yang terpilin pada keempat punca kain penutup tubuhmu.” Perintah ini tidak biasa. Sepertinya Tuhan menginginkan orang Israel memiliki pakaian yang khas, untuk membedakan dengan pakaian yang dikenakan oleh bangsa-bangsa di luar Israel. Orang Israel harus berbeda dengan orang Mesir, orang Kanaan, orang Amori, orang Midian, dan bangsa-bangsa lain, bahkan dalam hal berpakaian.
Di dalam Bilangan 15:38-39 dikatakan, “Berbicaralah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka, bahwa mereka harus membuat jumbai-jumbai pada punca baju mereka, turun-temurun, dan dalam jumbai-jumbai punca itu haruslah dibubuh benang ungu kebiru-biruan. Maka jumbai itu akan mengingatkan kamu, apabila kamu melihatnya, kepada segala perintah TUHAN, sehingga kamu melakukannya dan tidak lagi menuruti hatimu atau matamu sendiri, seperti biasa kamu perbuat dalam ketidaksetiaanmu terhadap TUHAN.”
Ternyata setiap detail pakaian memiliki simbol. Ketika mereka melihat jumbai atau tali yang terpilin itu, mereka diingatkan bahwa mereka berbeda dari bangsa lain. Simbol itu juga ditujukan untuk mengingatkan orang Israel untuk melakukan perintah Tuhan. Di zaman Tuhan Yesus, perintah ini ternyata disalahgunakan oleh orang-orang Farisi, dengan cara membuat jumbai itu panjang-panjang, sebagai kesombongan.
Di dalam Matius 23:5 dikatakan, “Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang;” Artinya, prinsip tentang pakaian yang berbeda ini bukan untuk kesombongan, tetapi untuk mengingatkan supaya orang Israel tetap mengingat setiap hukum Tuhan dan melakukan dengan kerendahan hati serta motivasi yang tulus.
Views: 14