Aturan Hutang Gadai (Jelajah PL 703)

Ulangan 24:7-13

Di dalam Alkitab, Tuhan tidak menginginkan perbudakan. Tuhan mengatur perbudakan yang sudah ada dan berlangsung lama. Sebelum Musa ada, manusia sudah saling memperbudak sesamanya. Perbudakan yang diatur di dalam Alkitab sangat berbeda dengan perbudakan yang terjadi secara umum. Perbudakan seringkali terjadi karena penculikan. Orang-orang yang diculik itu dijual untuk dijadikan budak. Praktik-praktik seperti ini yang ditentang oleh Tuhan.

Perbudakan yang terjadi di Israel biasanya diakibatkan karena hutang dan kebangkrutan. Ada dari antara mereka yang tidak bisa membayar hutang. Ada juga yang telah melakukan kesalahan dan perlu membayar kesalahan itu dengan ganti rugi yang besar. Salah satu cara untuk membayar hutang atau membayar ganti rugi kesalahan adalah dengan cara bekerja. Mereka bekerja sebagai budak. Tetapi perbudakan dibatasi dan diatur oleh Tuhan. Orang Israel bisa menjadi budak sampai tahun ketujuh.

Perbudakan yang berlaku di Israel sama seperti bekerja tanpa dibayar, karena kerja itu digunakan untuk membayar hal yang lain. Di Israel tidak diperbolehkan perbudakan dilakukan karena penculikan. Jika ada yang menculik seseorang lalu dijadikan budak, maka orang tersebut akan mendapatkan hukuman mati. Hal seperti itu dihitung sebagai kejahatan di tengah Israel.

Mengenai penyakit kusta, Tuhan memberi peringatan kepada orang Israel untuk berhati-hati. Penyakit kusta adalah penyakit menular. Untuk mengatasi penyakit menular ini, mereka harus dikarantina atau dipisahkan dari masyarakat umum. Kusta pada waktu itu melambangkan dosa yang bisa menular. Tuhan juga memberitahu bangsa Israel untuk mengingat perlakuan Tuhan terhadap Miryam, pada waktu perjalanan bangsa Israel keluar dari tanah Mesir.

Pada waktu itu Miryam dan Harun melawan Musa. Karena perlawanan mereka, maka Tuhan memberi tulah kepada Miryam dalam bentuk penyakit kusta. Meskipun Musa sudah berdoa kepada Tuhan, tetapi Tuhan tetap memberikan penyakit kusta kepada Miryam selama tujuh hari. Selama tujuh hari, Miryam dikucilkan atau dipisahkan di luar perkemahan. Miryam tidak berani masuk ke dalam perkemahan sebelum penyakit itu benar-benar tahir.

Mengenai pemberian pinjaman, ketika orang Israel memberikan pinjaman kepada sesamanya, maka mereka juga harus tetap menjaga kehormatan peminjamnya itu. Jangan sampai orang yang meminjam itu dianggap rendah, sampai menginjak-injak harga dirinya. Jika orang yang meminjam itu miskin, kemungkian ia tidak memiliki barang yang bisa digadaikan. Jangan sampai barang-barang kepunyaan yang sangat dibutuhkannya, diserahkan untuk jaminan gadai.

Di dalam Amos 2:8 dicatat, “Mereka merebahkan diri di samping setiap mezbah di atas pakaian gadaian orang, dan minum anggur orang-orang yang kena denda di rumah Allah mereka. Di zaman Amos, orang Israel mengabaikan firman Tuhan. Mereka telah menindas sesama mereka yang dalam kondisi miskin.

Views: 14

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top