Bilangan 32:20-42
Pada akhirnya, Musa menerima alasan yang disampaikan oleh bani Ruben dan Gad. Dalam kehidupan kita, terkadang Tuhan mengizinkan keputusan kita yang sebenarnya tidak baik. Karena keinginan manusia yang sangat kuat, maka Tuhan mengizinkan. Seharusnya kita sadar, bukan hanya mencari yang Tuhan izinkan, tetapi mendapatkan yang terbaik dari Tuhan. Bagi kita, mungkin keputusan kita sudah baik, tetap belum tentu bagi Tuhan.
Bani Ruben dan Gad tentu sudah tahu kehendak Tuhan yang sebenarnya, yaitu mereka masuk ke tanah Kanaan dan mendapat bagian milik pusaka di sana. Tetapi mereka memutuskan yang menurut mereka baik. Melalui Musa, Tuhan mengizinkan keinginan dan keputusan mereka. Musa memberi peringatan kepada mereka, jika mereka tidak melakukan sesuai dengan yang telah mereka katakan, mereka disebut berdosa kepada Tuhan.
Seringkali kita berpikir bahwa kesalahan atau dosa merupakan sebuah tindakan. Tetapi dalam kisah ini, jika bani Ruben dan Gad tidak bertindak sesuai dengan perkataan mereka, justru mereka bersalah dan berdosa. Di dalam Yakobus 4:17 dikatakan, “Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.”
Musa meneruskan permintaan bani Ruben dan Gad kepada imam Eleazar, kepada Yosua bin Nun, dan kepada kepala-kepala puak dari suku-suku Israel. Mereka nanti yang akan mengambil alih kepemimpinan bangsa Israel, setelah Musa mati. Perkataan bani Ruben dan Gad ini menjadi sebuah perjanjian yang harus diketahui oleh seluruh bangsa Israel. Jika mereka tidak menepati janji itu, maka mereka pun harus masuk ke tanah Kanaan.
Semua pemimpin dan bangsa Israel menyetujui perjanjian itu. Lalu bani Ruben dan Gad segera membangun kota-kota di wilayah itu. Mereka membangun kembali kota-kota yang sudah dikalahkan dan dihancurkan sebelumnya. Kota-kota itu diberi nama-nama yang berbeda dengan sebelumnya. Nama-nama kota pada waktu itu menggambarkan tentang penyembahan mereka. Sama seperti kisah Daniel, ketika dia dibawa ke Babel, nama Daniel berganti nama. Kota-kota di tanah Kanaan, setelah nanti direbut oleh bangsa Israel, sebagian besar juga diganti nama-nama kota itu.
Selain bani Ruben dan Gad, ada setengah suku Manasye yang mendapatkan tanah di wilayah seberang timur sungai Yordan itu. Di kitab Yosua nanti diceritakan bahwa perjanjian bani Ruben dan Gad ini digenapi. Mereka menyeberangi sungai Yordan dan ikut berperang di tanah Kanaan. Selesai berperang, mereka kembali ke sisi timur sungai Yordan.
Keputusan yang dilakukan oleh bani Ruben dan Gad memang baik, tetapi tidak ideal. Mereka akhirnya terpisah dari suku lain, dipisahkan oleh sungai Yordan. Mereka cukup jauh dengan bani Israel yang lain. Dampaknya, jika terjadi serangan musuh kepada Israel, maka wilayah sisi timur sungai Yordan yang pertama kali kena. Tanah itu diberi nama Gilead dan sering diduduki oleh musuh. Di masa Hakim-hakim, wilayah ini sering diduduki oleh musuh.
Bani Ruben dan Gad akan banyak sekali mengalami serangan musuh. Selain itu, mereka juga jauh dari kebenaran, karena jauh dari kota Yerusalem. Di dalam kitab Injil, tanah mereka ini disebut dengan Gerasa. Di zaman Perjanjian Baru, orang di wilayah itu cukup jauh dari kebenaran. Bahkan mereka juga beternak babi. Seperti inilah konsekuensi ketika tidak melakukan kehendak Tuhan, generasi berikutnya ikut merasakan dampak negatifnya.
Views: 25