Tentara Israel (Jelajah PL 583)

Bilangan 31:1-3

Di pasal ini, dilanjutkan lagi mengenai kisah dan narasi tentang Musa dan bangsa Israel. Israel sudah bersiap untuk masuk ke tanah Kanaan. Musa sudah akan meninggal dan sudah diangkat pengganti Musa, yaitu Yosua. Sebelum Musa mati, ada tugas terakhir yang diberikan oleh Tuhan, yaitu melakukan pembalasan orang Israel kepada orang Midian.

Di dalam Bilangan 25 sudah dicatat, terjadi peristiwa yang cukup menyedihkan. Pada waktu itu, orang-orang Israel dipengaruhi buruk, sehingga orang-orang Israel berzinah dengan perempuan-perempuan Moab. Meskipun disebut sebagai perempuan Moab, sebenarnya mereka adalah perempuan Midian. Midian adalah bangsa yang nomaden, hidup berpindah-pindah. Mereka tidak memiliki tempat tinggal yang menetap.

Orang Midian ini berpencar. Pada waktu itu ada sebagian orang Midian yang tinggal di wilayah Moab. Karena itu, mereka telah hidup bercampur dengan orang Moab. Orang Midian dan orang Moab sudah menjadi satu. Memang ada orang Midian di tempat lain, yang berpencar. Mereka tidak memiliki hubungan dengan Moab. Tidak semua orang Midian bercampur dengan Moab. Misalnya, bapak mertua dari Musa juga seorang Midian (Rehuel atau Yitro). Dia tidak memiliki hubungan dengan Baal Peor, karena tempatnya berbeda.

Di Bilangan 25:17-18 dikatakan, “Lawanlah orang Midian itu, dan tewaskanlah mereka, sebab mereka telah melawan kamu dengan daya upaya yang dirancang mereka terhadap kamu dalam hal Peor dan dalam hal Kozbi, saudara mereka, yakni anak perempuan seorang pemimpin Midian; Kozbi itu mati terbunuh pada waktu turunnya tulah karena Peor itu.” Bilangan 31 menggenapi semua yang sudah disebutkan di Bilangan 25.

Ketika Musa mendapatkan perintah Tuhan, maka ia segera melaksanakannya. Ini salah satu sifat yang baik dari Musa. Musa tidak mau menunda-nunda melaksanakan perintah Tuhan. Musa segera memberi perintah kepada bangsa Israel supaya mempersenjatai diri. Ini salah satu kegunaan orang Israel melaksanakan sensus, di pasal 26. Di pasal 26 ini merupakan sensus kedua, setelah generasi yang keluar dari tanah Mesir sudah mati semua. Sensus ini adalah generasi kedua.

Peperangan ini akhirnya digunakan juga sebagai latihan. Mereka adalah generasi baru, ketika keluar dari Mesir, mereka masih anak-anak. Bahkan kemungkinan sebagian mereka belum lahir. Saat itu menjadi giliran mereka sebagai generasi kedua untuk mengambil tanggung jawab. Tuhan menginginkan generasi itu lebih setia kepada Tuhan. Bangsa Israel pada waktu itu tidak seperti bangsa lain, yang memiliki tentara perang.

Pada waktu itu, seluruh orang Israel harus maju berperang, jika diperlukan. Karena itu, yang dihitung dalam sensus adalah semua laki-laki yang berusia dua puluh tahun ke atas. Seluruh penduduk Israel yang sudah disensus, mereka adalah tentara Israel. Tidak ada pembedaan antara sipil dan militer, karena semuanya bisa berfungsi untuk militer. Gambaran ini sebenarnya berlaku bagi orang Kristen masa kini, bahwa kita semua adalah tentara Tuhan untuk peperangan rohani (bukan perang fisik).

Views: 23

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top