Tanah Penggembalaan (Jelajah PL 596)

Bilangan 35:1-15

Suku Lewi tidak mendapatkan tanah milik pusaka, karena telah dikhususkan bagi Tuhan. Suku Lewi akan fokus pada pelayanan kerohanian. Meskipun demikian, suku Lewi tidak diterlantarkan. Suku Lewi akan tinggal tersebar di antara orang-orang Israel. Di dalam Kejadian 49:7b, Yakub sudah bernubuat: “Aku akan membagi-bagikan mereka di antara anak-anak Yakub dan menyerakkan mereka di antara anak-anak Israel.”

Karena suku Lewi berpihak kepada Tuhan, maka nubuat ini menjadi nubuatan yang positif. Mereka terserak atau tersebar, tetapi dalam hal yang positif. Suku Lewi tersebar, karena mereka yang mempelajari firman Tuhan dan harus mengajarkannya kepada semua suku Israel. Jika suku Lewi dikumpulkan dalam suatu tempat, maka hanya suku yang berada di dekat mereka yang mendapatkan berkat firman Tuhan. Suku Lewi berada di empat puluh delapan kota untuk mengajar bangsa Israel.

Orang Lewi tidak hanya diperbolehkan tinggal di empat puluh delapan kota saja, tetapi mereka juga diperbolehkan untuk tinggal di sekitar kota-kota itu. Orang Lewi mendapatkan tanah-tanah penggembalaan seribu hasta berkeliling. Selain mendapatkan tanah, orang Lewi juga mendapatkan persepuluhan dari orang-orang Israel yang lain. Seperti inilah cara Tuhan menjaga dan memelihara orang-orang yang melayani-Nya. Hari ini, kita tidak perlu takut untuk melayani Tuhan, karena Tuhan pasti akan memelihara hidup kita.

Dari empat puluh delapan kota yang akan diberikan kepada suku Lewi, enam di antaranya haruslah kota perlindungan. Kota perlindungan ini juga sudah dijelaskan di dalam Keluaran 21:12-13, “Siap yang memukul seseorang, sehingga mati, pastilah ia dihukum mati. Tetapi jika pembunuhan itu tidak disengaja, melainkan tangannya ditentukan Allah melakukan itu, maka Aku akan menunjukkan bagimu suatu tempat, ke mana ia dapat lari.” Tempat itu ternyata dalam bentuk kota. Di seluruh Israel, ada enam kota yang sudah ditentukan: tiga di sebelah timur sungai Yordan dan tiga di sebelah barat sungai Yordan.

Konsep kota perlindungan ini cukup menarik. Tuhan ingin supaya perintah dan peraturan-Nya dilakukan dengan tepat. Tetapi jika ada orang yang tidak sengaja menyebabkan kematian bagi orang lain, mereka pun mendapatkan keadilan dan perlindungan. Tuhan sebenarnya telah menetapkan hukuman mati. Di dalam Kejadian 9:6 dikatakan, “Siapa yang menumpahkan darah manusia, darahnya akan tertumpah oleh manusia, sebab Allah membuat manusia itu menurut gambar-Nya sendiri.”

Prinsip ini, di masa sekarang, sudah banyak ditinggalkan. Banyak kelompok yang tidak setuju dan ingin menghilangkan hukuman mati. Semakin liberal sebuah negara, mereka tidak akan menerapkan hukuman mati. Keadilan dari pengadilan di dunia ini memang selalu dipertanyakan. Tetapi memang tidak adil jika ada orang yang sengaja membunuh orang lain, tetapi orang itu tidak mendapatkan hukuman mati. Orang tersebut sudah tidak memiliki hak asasi, karena telah menghilangkan hak asasi orang lain.

Views: 24

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top