Takut Berperang (Jelajah PL 588)

Bilangan 32:2-6

Memiliki banyak harta tidak selalu membawa keberuntungan. Kita bisa mengingat kisah Lot yang memiliki banyak harta, akhirnya berpisah dengan Abraham. Ketika Lot berpisah dengan Abraham, justru kehidupannya menjadi tidak baik. Pada akhirnya, Lot bukan hanya kehilangan semua hartanya, tetapi juga kehilangan istri. Demikian juga dengan bani Ruben dan Gad, karena harta mereka yang sangat banyak, menyebabkan mereka lupa dengan janji serta kehendak Tuhan bagi mereka.

Musa sangat terkejut mendengar permintaan dari bani Ruben dan Gad. Musa tahu bahwa hal ini pernah terjadi sekitar empat puluh tahun sebelumnya. Kemungkinan, bani Ruben dan Gad yang menghadap kepada Musa ini kemungkinan pada waktu empat puluh tahun sebelumnya, mereka masih kecil atau bahkan belum lahir. Mereka mungkin tidak tahu persis tentang peristiwa Kadesh Barnea. Musa memberitahu atau mengingatkan kepada mereka semua yang pernah terjadi empat puluh tahun silam.

Pada waktu itu, sebagian orang Israel tidak mau masuk ke tanah Kanaan melalui sisi selatan. Karena keputusan itu, akhirnya semua orang Israel terkena murka Tuhan. Bangsa Israel akhirnya harus berputar-putar selama empat puluh tahun (satu generasi) di padang gurun. Tidak ada seorang pun di atas dua puluh tahun yang masih dibiarkan hidup, kecuali dua orang, yaitu Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune. Musa kuatir, hal yang sama akan menimpa bangsa Israel kembali.

Ada dua hal yang akan terjadi, jika bani Ruben dan Gad tetap dalam keputusan mereka untuk tidak menyeberang ke tanah Kanaan. Mereka dianggap takut berperang oleh Musa. Itu juga yang dipakai menjadi alasan oleh nenek moyang mereka sebelumnya. Mereka takut dengan orang Kanaan yang dikatakan seperti raksasa. Mereka takut pada keterangan para pengintai yang mengatakan bahwa mereka seperti belalang dan penduduk negeri itu makan penduduknya. Mereka ketakutan, merasa lemah dan malas untuk berperang. Padahal Tuhan sudah menunjukkan penyertaan-Nya, ketika dikejar oleh pasukan Firaun.

Hari-hari ini, ada orang percaya yang tidak mau berperang secara rohani. Mereka tidak mau menyadari bahwa ketika ia percaya kepada Yesus, sebenarnya mereka sedang ada di medan pertempuran rohani setiap hari. Orang percaya disebut sebagai prajurit atau tentara Kristus. Paulus bahkan berkata supaya orang percaya mengambil seluruh perlengkapan senjata Allah. Kita sebagai orang percaya harus sadar bahwa kita sedang berada di dalam peperangan rohani. Tetapi ada orang percaya yang tidak mau berperang.

Orang percaya yang tidak menyadari sedang berada di dalam peperangan rohani, tidak akan menjadi orang berguna bagi Tuhan. Mereka tidak mau dipakai oleh Tuhan. Yang ada dalam benaknya hanyalah mencari uang dan keuntungan, fokus pada pekerjaan dan mengejar hal-hal yang duniawi. Orang-orang seperti ini tidak akan pernah mengalami kebahagiaan atau sukacita di dalam Tuhan.

Views: 36

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top