Bilangan 33:1
Pasal ini akan menyebutkan dan menjelaskan tentang tempat-tempat persinggahan orang Israel, sejak mereka keluar dari tanah Mesir, sampai pada saat di pasal ini. Mereka sudah berada di padang gurun sekitar empat puluh tahun. Mereka sudah berjalan dan berkeliling. Ini adalah rangkumannya. Bangsa Israel keluar dari tanah Mesir, di bawah pimpinan Musa dan Harun. Sekitar empat ratus tiga puluh tahun lamanya, bangsa Israel berada di tanah Mesir sebagai budak.
Jika kita mengingat kembali di kitab Kejadian, Tuhan mulai mempersiapkan sebuah bangsa yang dipilih untuk menjadi tiang penopang dan dasar kebenaran bagi bangsa-bangsa lain di muka bumi ini. Pada waktu itu Tuhan memilih Abraham, yang berasal dari tanah Ur-Kasdim (daerah Babilonia). Abraham dipanggil oleh Tuhan keluar dari tempat asalnya, dipimpin menuju ke tanah Kanaan. Tuhan berjanji kepada Abraham, bahwa Ia akan memberikan tanah Kanaan kepada Abraham dan keturunannya.
Abraham taat kepada Tuhan. Abraham pergi dengan iman, tanpa terlebih dulu melihat atau mengetahui tempat yang akan ditujunya itu. Apalagi pada waktu itu, Abraham sama sekali belum memiliki anak. Meskipun Sara belum memiliki anak, tetapi Abraham tetap percaya pada janji Tuhan. Karena kepercayaan Abraham kepada Tuhan, maka Tuhan memperhitungkannya sebagai kebenaran. Abraham dipilih untuk menjadi bangsa yang akan menjadi jalur keturunan Mesias.
Secara ajaib, Abraham akhirnya mendapatkan anak laki-laki yang dinamai Ishak. Ishak mendapatkan anak yang dinamai Yakub. Dari Yakub ini muncullah generasi baru yang pada akhirnya menjadi dua belas suku Israel. Sebenarnya Yakub tidak pernah memiliki rencana untuk keluar dari Kanaan. Yakub percaya bahwa dia dan keturunannya akan mewarisi tanah perjanjian itu. Tetapi muncullah bencana kelaparan. Untuk menyelamatkan seluruh bangsa itu, Tuhan telah terlebih dulu mengirimkan Yusuf ke Mesir.
Pada waktu kelaparan itu, Yusuf telah menjadi penguasa di Mesir, orang nomer dua setelah Firaun. Akhirnya Yusuf mengundang seluruh keluarganya ke Mesir. Bangsa Israel terpelihara di Mesir, terutama di saat bencana kelaparan sedang terjadi. Selama itu juga Yusuf mengelola sumber daya dan menyelamatkan bangsa Mesir juga. Karena jasa Yusuf, maka Mesir menjadi negara yang sangat kuat. Bangsa Israel mendapatkan perlakuan khusus di Mesir, sehingga mereka mengalami kemakmuran serta dihormati oleh orang-orang Mesir.
Kondisi sangat berbeda ketika kekuasaan di Mesir berganti. Muncullah Firaun generasi baru yang tidak mengenal Yusuf. Penguasa ini tentu tahu tentang Yusuf, karena di setiap kerajaan pasti ada tulisan sejarah. Tetapi sepertinya, penguasai Mesir pada saat itu sengaja mengabaikan Yusuf. Apalagi pergantian penguasa pada waktu itu terjadi bukan karena sesama generasi, tetapi terjadi pergantian dinasti.
Pada saat zaman Yusuf, yang berkuasa di Mesir sebenarnya adalah dinasti pendatang. Setelah itu ada pemberontakan dan dinasti berganti dengan orang Mesir asli. Karena itulah, orang Mesir asli menjadi sangat benci kepada bangsa Israel. Mereka dianggap sebagai pendukung pemerintah sebelumnya, yang juga sebagai pendatang di Mesir. Akhirnya orang Mesir mulai menganiaya orang Israel dan menjadikan mereka budak.
Views: 25