Perjalanan Yang Gersang (Jelajah PL 594)

Bilangan 33:16-56

Bangsa Israel berada di padang gurun Sinai selama kurang lebih satu tahun. Di gunung Sinai itu, Musa menerima perintah Tuhan, hukum yang diberikan oleh Tuhan sebagai undang-undang bagi bangsa Israel. Di padang gurun Sinai ini juga terjadi peristiwa penyembahan anak lembu emas. Ketika Musa turun dari gunung Sinai, ia marah dan memecahkan dua loh batu yang berisi perintah Tuhan itu. Musa harus naik lagi ke atas gunung Sinai selama empat puluh hari empat puluh malam untuk mendapatkan loh batu yang baru.

Di padang gurun Sinai, bangsa Israel juga membangun Kemah Suci. Pada tahun kedua, setelah mereka keluar dari tanah Mesir, barulah mereka meninggalkan padang gurun Sinai dan berkemah di Kibrot-Taawa. Setelah itu bangsa Israel melakukan perjalanan dan berkemah di beberapa tempat, yaitu: Hazerot, Ritma, Rimon-Peros, Libna, Risa, Kehelata, Har-Syafer, Harada, Makhelot, Tahat, Tarah, Mitka, Hasmona, Maserot, Bene-Yaakan, Hor-Gidgad, Yotbata, Abrona, Ezion-Geber, padang gurun Zin (Kadesh), sampai di gunung Hor, di perbatasan tanah Edom.

Di beberapa tempat terjadi peristiwa tertentu. Misalnya, di Kibrot-Taawa (Bilangan 11), bangsa Israel bersungut-sungut meminta daging kepada Tuhan, karena kerakusan mereka. Akhirnya Tuhan memberi mereka burung puyuh. Tetapi karena kerakusan bangsa Israel, maka Tuhan memberikan mereka tulah. Di Bilangan 11:33 dikatakan, “Selagi daging itu ada di mulut mereka, sebelum dikunyah, maka bangkitlah murka Tuhan terhadap bangsa itu dan Tuhan memukul bangsa itu dengan suatu tulah yang sangat besar.”

Selama perjalanan empat puluh tahun di padang gurun, tidak ada peristiwa yang menarik atau menyenangkan hati Tuhan. Perjalanan ini menjadi gersang, hanya sebuah perjalanan hidup tanpa makna, karena bangsa Israel tidak mengandalkan Tuhan. Meskipun demikian, di setiap perjalanan itu Tuhan tetap menyertai mereka. Karena itu, melalui Musa, Tuhan mencatat seluruh tempat persinggahan mereka. Ini menjadi bukti bahwa Tuhan memperhatikan mereka, meskipun mereka tidak mengikuti kehendak Tuhan.

Sampai di gunung Hor, Harun naik ke gunung itu dan mati. Peristiwa itu terjadi pada tahun keempat puluh sesudah orang Israel keluar dari tanah Mesir, pada bulan kelima tanggal satu. Harun mati di usia seratus dua puluh tiga tahun. Musa juga mati di tahun yang sama, hanya beda bulan, di usia seratus dua puluh tahun.

Perjalanan bangsa Israel dicatat kembali, tempat mereka singgah dan berkemah: Zalmona, Funon, Obot, Moab (dekat reruntuhan Abarim), Dibon-Gad, Almon-Diblataim, pegunungan Abarim depan Nebo, dataran Moab di tepi sungai Yordan dekat Yerikho. Mereka berkemah di tepi sungai Yordan, dari Bet-Yesimot sampai ke Abel-Sitim di dataran Moab.

Tuhan memberi nasihat sebelum bangsa Israel masuk ke tanah Kanaan. Ketika mereka masuk ke negeri itu, mereka harus memusnahkan penduduk negeri itu. Penyembahan berhala yang ada di negeri itu juga harus dimusnahkan. Ini adalah penghakiman Tuhan atas bangsa di negeri Kanaan itu. Jika mereka tidak dimusnahkan, maka mereka akan membawa pengaruh yang buruk bagi bangsa Israel. Dikatakan bahwa mereka akan menjadi seperti selumbar di mata dan seperti duri yang menusuk lambung. Orang-orang itu akan menyesatkan bangsa Israel dan akan menjauhkan dari Tuhan.

Views: 28

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top