Bilangan 28:9-25
Aturan kurban api-apian ini berbeda untuk di hari Sabat. Pada hari Sabat, ada tambahan seekor domba untuk pagi dan seekor lagi untuk malam. Jadi, saat hari Sabat, dua domba kurban di pagi dan dua domba kurban pada waktu malam. Hari Sabat memang dikhususkan bagi Tuhan, di Perjanjian Lama. Di hari Sabat itu, orang Israel harus meninggalkan semua pekerjaannya. Di hari itu, hanya dikhususkan untuk melaksanakan perkara-perkara rohani.
Tuhan mengajarkan bahwa hari khusus untuk Tuhan adalah hari istirahat, hari untuk menjauhkan diri dari aktivitas keseharian. Di Perjanjian Baru, Tuhan Yesus telah meniadakan hari Sabat ini. Hari Minggu bukan hari Sabat. Meskipun demikian, kita harus tetap mengingat Tuhan di setiap hari.
Pada saat bulan baru, ada tambahan kurban lagi, yaitu: dua ekor lembu jantan muda, seekor domba jantan, tujuh ekor domba berumur setahun yang tidak bercela. Ditambah dengan tiga persepuluh efa tepung terbaik sebagai kurban sajian, yang dioleh dengan minyak untuk setiap lembu jantan. Juga dua persepuluh efa tepung terbaik sebagai kurban sajian, diolah dengan minyak untuk domba jantan yang satu ekor. Lalu sepersepuluh efa tepung terbaik sebagai kurban sajian yang diolah dengan minyak untuk setiap domba. Semua itu menjadi kurban bakaran, kurban api-apian yang menyenangkan bagi Tuhan.
Jika dihitung, harga pengeluaran untuk kurban ini cukup banyak. Seluruh bangsa Israel membiayai semua kurban ini. Ketika bangsa Israel melakukan semua ini dengan setia, Tuhan memberkati mereka. Bagi bangsa Israel, bulan-bulan baru menjadi masa untuk bersukacita. Di dalam Bilangan 10:10 dikatakan, “Juga pada hari-hari kamu bersukaria, pada perayaan-perayaanmu dan pada bulan-bulan barumu haruslah kamu meniup nafiri itu pada waktu mempersembahkan korban-korban bakaranmu dan korban-korban keselamatanmu; maksudnya supaya kamu diingat di hadapan Allahmu; Akulah TUHAN, Allahmu.”
Terkadang manusia ingat Tuhan pada waktu susah, ketika sedang dalam kondisi terjepit atau memerlukan sesuatu. Tetapi Tuhan mengingatkan, ketika sedang bersukacita, justru harus ingat kepada Tuhan dengan cara mempersembahkan kurban kepada Tuhan. Prinsip yang sama seharusnya kita lakukan pada saat ini. Kita memang tidak perlu lagi untuk mempersembahkan kurban bakaran. Kita bisa memberikan sesuatu yang lain kepada Tuhan, ketika kita sedang bersukacita.
Hari raya pertama orang Yahudi adalah Paskah dan hari raya roti tidak beragi. Perayaan ini berbeda, tetapi masih dalam satu paket. Perayaan Paskah dilaksanakan pada tanggal 14 bulan Nisan, hari raya roti tidak beragi pada tanggal 15 bulan Nisan, dilaksanakan selama tujuh hari. Paskah dirayakan untuk mengingat keluarnya bangsa Israel dari tanah Mesir. Hari raya roti tidak beragi digunakan untuk mengingat bahwa orang-orang yang sudah diselamatkan, masuk pada pengudusan dan tidak boleh dipengaruhi oleh ragi sebagai lambang dosa.
Di dalam 1 Korintus 5:7-8 dikatakan, “Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus. Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.”
Views: 19