Bilangan 10:9-13
Nafiri atau terompet atau sangkakala ini juga melambangkan hal-hal yang terjadi di Surga. Di Surga, sangkakala juga menjadi tanda bagi peristiwa tertentu. Tiupan sangkakala itu bisa menandakan mulainya atau berakhirnya suatu peristiwa. Di dalam kitab Wahyu dicatat ada tujuh sangkakala yang memiliki tanda masing-masing. Ketika sangkakala itu berbunyi, maka peristiwa penghukuman terjadi.
Ada satu sangkakala yang sangat berarti bagi kita, yang dicatat di dalam 1 Tesalonika 4:16-17, “Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari Surga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.
Kita juga bisa membandingkannya di dalam 1 Korintus 15:51-52, “Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah. Nafiri terakhir ini adalah nafiri yang berbunyi di zaman gereja, bukan berbicara mengenai tujuh sangkakala di kitab Wahyu.
Nafiri terakhir ini adalah nafiri berkat, karena semua orang percaya yang masih hidup, akan diangkat untuk bertemu dengan Yesus Kristus. Setelah itu barulah masa kesusahan besar selama tujuh tahun. Di masa kesusahan besar itu, tujuh sangkakala ditiup, untuk menandakan permulaan bencana dan penghukuman bagi orang-orang yang masih tinggal di dunia, terutama yang berada di daerah Israel. Nafiri atau sangkakala ini menarik karena kita sebagai orang percaya, menantikan tiupan sangkakala pengangkatan itu.
Sepertinya suara nafiri yang terakhir itu adalah suara Yesus Kristus sendiri. Di dalam Wahyu 4:1 dikatakan, “Kemudian dari pada itu aku melihat: Sesungguhnya, sebuah pintu terbuka di Surga dan suara yang dahulu yang telah kudengar, berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, katanya: Naiklah ke mari dan Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini.” Bunyi ini sepertinya yang akan menandakan pengangkatan serta mengakhiri masa gereja.
Selanjutnya dicatat bahwa inilah pertama kali orang Israel berangkat menurut perintah Tuhan dengan perantaraan Musa. Mereka berbaris sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan oleh Tuhan sebelumnya. Ketika mereka keluar dari tanah Mesir, mereka masih seperti gerombolan yang tidak beraturan. Mereka seperti kumpulan orang yang ketakutan, karena dikejar-kejar oleh Firaun. Mereka tidak memiliki kedisiplinan sama sekali.
Saat mereka berada di padang gurun, mereka mulai diatur oleh Tuhan. Mereka sudah diangkat sebagai umat Tuhan di Sinai. Mereka sudah menerima hukum-hukum Tuhan. Sekarang mereka berjalan sebagai pasukan, sebagai orang-orang yang siap berperang.
Views: 19