Bilangan 13:1-2
Pasal ini dimulai dengan pengutusan pengintai. Mereka sudah berada di perbatasan tanah Kanaan sebelah selatan, di Kadesh-Barnea (padang gurun Paran). Mereka sebenarnya sudah siap untuk masuk ke Kanaan, tetapi mereka harus mengirim pengintai terlebih dulu. Jika kita baca di ayat 2, seolah-olah mengutus pengintai ini adalah perintah Tuhan. Untuk lebih jelasnya, kita akan membandingkan dengan Ulangan 1:19 dst.
Di ayat itu, Musa menceritakan kembali peristiwa kedua belas pengintai itu. Berdasarkan cerita Musa itu, kita bisa melihat bahwa ide untuk mengirim para pengintai itu berasal dari orang Israel sendiri. Sebenarnya, melalui Musa, Tuhan sudah menyuruh bangsa Israel untuk maju dan masuk ke tanah Kanaan. Tetapi orang Israel menunda dan mengirim pengintai terlebih dulu. Dalam hal ini, orang Israel sedang meragukan firman Tuhan.
Jika Tuhan sudah berkehendak dan memberi perintah, seharusnya mereka maju saja tanpa perlu mengirim pengintai. Tuhan sebelumnya sudah memberitahu tentang kondisi tanah Kanaan. Mereka sebenarnya tidak perlu mencari tahu lagi kondisi tanah Kanaan. Di dalam Keluaran 3:8, Tuhan sudah memberi gambaran, “Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus.”
Tuhan bahkan sudah memberi tahu kondisi tanah Kanaan beberapa kali. Misalnya, di dalam Keluaran 13:5 dikatakan, “Apabila TUHAN telah membawa engkau ke negeri orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Hewi dan orang Yebus, negeri yang telah dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu untuk memberikannya kepadamu, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, maka engkau harus melakukan ibadah ini dalam bulan ini juga.”
Tanah Kanaan adalah tanah terbaik yang Tuhan ingin berikan kepada bangsa Israel. Tidak ada gunanya untuk mengirim pengintai, karena Tuhan telah menggambarkan tanah itu sebelumnya. Tanah perjanjian yang Tuhan berikan pasti baik. Orang Israel sedang meragukan firman Tuhan. Orang yang meragukan firman Tuhan akan mengalami kegagalan. Sebenarnya keraguan tentang firman Tuhan ini pun sudah terjadi sejak peristiwa di taman Eden.
Iblis banyak berperan untuk membuat orang ragu-ragu terhadap firman Tuhan. Jika bisa ditanamkan keraguan terhadap firman Tuhan, maka dalam kehidupan manusia akan terus mengalami kegagalan. Iblis melakukannya dalam berbagai cara, termasuk meragukan keaslian Alkitab. Di dalam kekristenan muncul kelompok Liberal yang berusaha untuk mempertanyakan Alkitab secara berlebihan. Dengan semua pertanyaan itu, justru mereka menghasilkan orang-orang yang tidak percaya Tuhan (Ateis).
Pengajaran-pengajaran umum seperti teori evolusi juga sedang menanamkan keraguan terhadap firman Tuhan. Mereka menyerang kisah penciptaan yang ada di dalam kitab Kejadian. Semua itu adalah cara Iblis untuk membuat orang-orang meragukan firman Tuhan.
Views: 21