Menyerang Pemimpin (Jelajah PL 507)

Bilangan 12:1

Di pasal ini dimulai dengan permasalahan yang dilakukan oleh dua orang, yaitu Miryam dan Harun yang mempertanyakan serta menyerang kepemimpinan Musa. Menyerang kepemimpinan seseorang merupakan hal yang sering terjadi sampai saat ini. Dalam konteks rohani juga demikian, ada Gembala Jemaat yang diserang kepemimpinannya. Bukan berarti tidak diperbolehkan untuk mempertanyakan atau memberi saran atau nasihat kepada pemimpin rohani. Tetapi sepanjang pengajarannya sesuai dengan firman Tuhan, maka pemimpin tersebut pantas untuk dihormati.

Miryam dan Harun sedang mempertanyakan kepemimpinan Musa, bahkan mengatai Musa. Dalam kasus ini, Musa tidak sedang menyimpang dari kebenaran firman Tuhan. Musa juga tidak melakukan kesesatan dalam kepemimpinannya. Miryam dan Harun menyerang kepemimpinan Musa, karena iri hati. Kedua orang itu memiliki keinginan juga untuk memimpin bangsa Israel.

Banyak orang menyerang pemimpin yang telah ditetapkan oleh Tuhan karena mereka yang ingin memimpin. Dalam hal ini, orang Kristen harus sangat berhati-hati. Biasanya, penyerangan terhadap kepemimpinan tertentu, tidak dilakukan secara terbuka. Ada banyak alasan yang dipakai untuk menyerang seorang pemimpin. Ketika seseorang tidak senang dengan pemimpinnya, mereka menggunakan alasan-alasan lain.

Miryam dan Harun menggunakan satu alasan, berkenaan dengan perempuan Kush yang diambilnya. Dalam kasus ini, Miryam sangat dominan. Dari kata “mengatai” menggunakan kata ganti orang ketiga feminim. Artinya, Miryam yang mengatai Musa dan Harun mengikuti Miryam. Di dalam kitab Keluaran 2:21, diterangkan bahwa istri Musa adalah Zipora, seorang Midian.

Mengenai Kush, di dalam Alkitab biasanya diterjemahkan Etiopia. Ada penjelasan bahwa Rehuel merupakan orang Etiopia yang pindah ke Midian. Atau bisa saja bahwa yang dikatakan oleh Miryam ini hanya sekedar perkataan saja, bukan fakta yang sebenarnya. Bisa juga bahwa perempuan Kush ini merupakan istri kedua dari Musa, karena Zipora telah meninggal. Tuhan memberikan umur yang sangat panjang kepada Musa, sekitar seratus dua puluh tahun.

Yang menjadi persoalan, ternyata Miryam tidak suka dengan perempuan Kush itu. Tetapi, sebenarnya itu hanya alasan saja untuk menyerang kepemimpinan Musa. Kita juga harus ingat bahwa Miryam dan Harun merupakan kakak dari Musa. Dari segi penyelamatan Musa pada saat bayi, Miryam memiliki posisi yang penting. Karena itu Miryam dan Harun seperti memiliki kuasa yang lebih besar daripada Musa.

Mereka sepertinya melupakan bahwa Tuhan sendiri yang memilih Musa untuk menjadi pemimpin bagi bangsa Israel. Mereka seharusnya tunduk dan taat kepada Musa. Inilah yang biasanya sulit diterima. Seharusnya keluarga Musa mendukung kepemimpinan Musa. Tetapi, di sisi lain, Tuhan juga pernah berkata bahwa seorang nabi dihargai di mana-mana, selain di keluarganya sendiri dan di tempat asalnya. Penghargaan perlu diberikan kepada orang-orang yang mendukung kepemimpinan seseorang, meskipun secara kedagingan ia merasa bahwa ia juga layak untuk memimpin.

Views: 28

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top