Bilangan 9:9-23
Mengenai orang yang najis, tetapi memiliki kerinduan untuk merayakan Paskah, Tuhan memberi aturan lebih lanjut tentang hal ini. Jika ada seseorang karena persoalan tertentu, misalnya dalam kondisi najis atau perjalanan jauh, mereka tidak dapat merayakan Paskah di waktu yang seharusnya (bulan satu tanggal empat belas), mereka bisa melakukan perayaan Paskah di bulan kedua tanggal empat belas. Di dalam kitab Bilangan dicatat perayaan Paskah yang sudah lewat, karena di bulan kedua tanggal empat belas ada yang merayakan Paskah karena terhalang untuk merayakan Paskah di bulan pertama.
Perayaan Paskah itu sangat penting. Jika ada orang yang seharusnya bisa merayakan Paskah, tetapi ternyata mereka tidak merayakan Paskah, maka orang itu harus dilenyapkan. Pada waktu itu, negara dan agama disatukan. Orang yang melanggar hukum Tuhan akan dianggap telah melanggar hukum negara. Negara pada waktu itu memiliki kuasa untuk menghukum pelanggaran hukum Tuhan. Negara pada waktu itu menganut pemerintahan Teokrasi, yaitu Tuhan sebagai pemegang kekuasaan negara.
Hari ini sudah tidak ada negara Teokrasi. Karena itu, gereja tidak memiliki hak untuk menghukum orang-orang yang melanggar hukum gereja. Gereja hanya bisa melakukan disiplin gereja. Hari ini, negara Indonesia bukanlah negara Teokrasi, tetapi negara sekuler. Negara Indonesia berlandaskan Pancasila, bukan berlandaskan agama tertentu. Negara Indonesia tidak berhak untuk menghukum orang yang melakukan pelanggaran agama.
Paskah melambangkan keselamatan. Orang yang tidak mau melakukan Paskah, ia seperti menolak keselamatan dari Tuhan. Paskah juga melambangkan Yesus. Jika saat ini seseorang tidak berada di dalam Yesus, maka ia akan binasa. Pada waktu itu, orang asing pun diperbolehkan untuk merayakan Paskah. Tentu orang asing ini sudah percaya kepada Tuhan yang disembah oleh orang Israel. Dalam hal ini, Tuhan juga sangat peduli dengan orang-orang bukan Israel yang menyembah-Nya.
Bangsa Israel mengikuti pimpinan Tuhan. Di Kemah Pertemuan itu ada awan kemuliaan Tuhan. Awan ini pertama kali muncul di dalam Keluaran 40:34, pada waktu Kemah Peremuan itu pertama kali didirikan. Israel mengikuti awan itu. Kita saat ini seharusnya juga demikian, ke mana pun Tuhan memimpin, seharusnya kita mengikuti. Berada dalam kehendak Tuhan merupakan hal yang paling indah dalam hidup ini.
Berapa lama awan itu diam di atas Kemah Suci, maka orang Israel akan tetap berkemah dan tidak pergi ke mana-mana. Awan itu diam di atas Kemah Suci bisa dua hari, atau sebulan atau lebih lama. Jika awan itu mulai naik, maka orang Israel akan segera berangkat mengikuti awan tersebut. Tiang awan dan api menjadi lambang penyertaan Tuhan. Selain itu, tiang awan dan tiang api ini juga memiliki fungsi lain. Tiang awan akan melindungi panas ekstrim di padang gurun, sedangkan tiang api akan melindungi dingin ekstrim di padang gurun serta memberi terang waktu malam.
Views: 14