Bilangan 10:14-36
Ketika mereka berangkat, maka yang pertama berangkat adalah Tabut Tuhan disertai oleh Musa dan Harun (ayat 33). Musa berada di barisan paling depan, untuk memberikan teladan. Pasukan yang menyertainya yaitu bani Yehuda, Isakhar dan Zebulon. Sesudah itu bani Gerson dan Merari yang mengemas serta mengangkat Kemah Suci.
Setelah itu, bani Ruben disertai dengan Simeon dan Gad. Kemudian bani Kehat. Ternyata, rombongan pengangkat Kemah Suci itu dibagi dua. Yang pertama, Gerson dan Merari di depan, lalu diselingi oleh bani Ruben, Simeon dan Gad. Bani Kehat membawa perkakas Bait Suci. Setelah itu, enam suku berikutnya, yaitu: Efraim, Manasye, Benyamin serta barisan penutup, yaitu: Dan, Asyer dan Naftali. Itulah aturan keberangkatan orang Israel menurut pasukan mereka, ketika mereka berangkat.
Pada waktu mereka harus berhenti, mereka akan kembali ke posisi semula. Kemah Suci akan dibangun di tengah, sedangkan suku-suku Israel akan berkemah mengelilingi Kemah Suci itu. Selama empat puluh tahun di padang gurun, mereka akan melakukan ini berulang-ulang kali. Ada yang memperkirakan bahwa dalam waktu setengah jam saja, dengan pembagian kerja yang efektif dan efisien, Kemah Suci bisa dibongkar atau dipasang sepenuhnya.
Dari ayat 11-26 seperti mengulang kembali keterangan di pasal sebelumnya, mengenai pembuatan kemah serta segala sesuatu yang harus dilakukan pada saat keberangkatan. Tulisan ini merupakan penerapan. Di Bilangan 1 dan 2, dijelaskan mengenai teori seharusnya mereka berkemah dan berjalan. Di pasal ini, orang-orang Israel sedang benar-benar melakukan semua yang sudah dituliskan dan diperintahkan kepada mereka itu untuk pertama kali.
Orang Israel tidak sekedar tahu teori, tetapi mereka benar-benar menaati serta mempraktikkan semua perintah Tuhan. Mereka benar-benar berjalan sesuai dengan urutan yang sudah ditetapkan oleh Tuhan. Berbeda dengan kebanyakan orang pada saat ini, yang tahu teori tetapi belum tentu bisa mempraktikkan. Firman Tuhan penuh dengan ajaran dan peraturan. Tetapi semuanya itu tidak akan berguna, jika tidak dipraktikkan.
Ada seseorang yang bernama Hobab, dicatat sebagai anak Rehuel dari Midian. Di dalam kitab Keluaran, Rehuel adalah Yitro, mertua Musa. Jika Hobab ini anak Rehuel, maka Hobab adalah saudara ipar Musa. Hobab sempat tinggal cukup lama dengan orang Israel. Pada waktu itu orang Israel berada di gunung Sinai sekitar satu tahun. Hobab sempat berada di sana. Ketika orang Israel akan berangkat, maka Musa minta supaya Hobab ikut.
Musa mengajak Hobab ikut, untuk kepentingan Hobab. Hobab sudah melihat bagaimana Tuhan memperlakukan orang Israel. Tetapi selama ini, Hobab masih sebagai orang luar. Musa mengajak Hobab ikut ke tanah perjanjian. Hari ini banyak orang ikut ke gereja, tetapi status mereka masih sebagai orang luar. Mereka belum sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan. Musa mengajak Hobab, karena Musa tahu keahlian Hobab dalam menghadapi kehidupan di padang gurun.
Views: 26