Mati Sebagai Hukuman Dosa (Jelajah PL 592)

Bilangan 33:2-4

Tuhan mengizinkan dan membiarkan orang-orang Israel diperbudak di Mesir, sebagai salah satu sarana untuk membentuk Israel menjadi satu bangsa. Hal ini sudah diberitahukan oleh Tuhan sebelumnya kepada Abraham. Nubuatan itu tercatat di dalam Kejadian 15:13, “Firman Tuhan kepada Abraham: Ketahuilah dengan sesungguhnya bahwa keturunanmu akan menjadi orang asing dalam suatu negeri, yang bukan kepunyaan mereka, dan bahwa mereka akan diperbudak dan dianiaya, empat ratus tahun lamanya.”

Alasan yang lain, Tuhan sedang menunggu orang-orang Kanaan bertobat. Alasan ini tercatat dalam Kejadian 15:16, “Tetapi keturunan yang keempat akan kembali ke sini, sebab sebelum itu kedurjanaan orang Amori itu belum genap.” Ternyata orang Kanaan tidak bertobat, justru kejahatan mereka semakin besar. Ketika genap waktunya, maka orang Kanaan harus dihukum karena kejahatan mereka. Karena itulah, Tuhan menuntun bangsa Israel keluar dari tanah Mesir untuk menghukum orang Kanaan.

Di pasal inilah Musa menuliskan perjalanan bangsa Israel dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan, sesuai perintah Tuhan. Ketika bangsa Israel keluar dari Mesir, mereka berangkat dari Rameses. Sebelum menjadi budak, orang Mesir ditempatkan di tanah Gosyen. Setelah bangsa Israel menjadi budak, mereka dipindahkan ke berbagai kota untuk membangun kota-kota perbekalan. Salah satu kota yang dibangun adalah Rameses.

Ternyata orang Israel sudah berkumpul di Rameses untuk Paskah. Bangsa Israel keluar dari tanah Mesir pada bulan pertama (bulan Nisan) di hari atau tanggal ke lima belas. Tanggal empat belas, bangsa Israel merayakan Paskah. Pada hari Paskah di malam hari, mereka makan domba yang sudah disembelih. Pada tanggal empat belas itu, Tuhan membunuh seluruh anak sulung orang Mesir. Mereka mati karena tidak mau percaya kepada Tuhan.

Anak sulung Israel tidak mati, karena kematian mereka sudah digantikan oleh domba yang disembelih. Darah domba itu dipoleskan di ambang pintu. Darah itu melambangkan sudah ada yang menggantikan kematian di rumah tersebut. Ini semua menjadi gambaran tentang pengorbanan Yesus Kristus. Di dalam 1 Korintus 5:7 dikatakan, “Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.”

Orang Mesir yang tidak mau percaya kepada Tuhan, anak sulung mereka harus mati. Demikian juga saat ini, setiap orang yang tidak mau percaya kepada Yesus Kristus akan mendapatkan hukuman mati karena dosa-dosanya. Upah dosa ialah maut. Dosa tidak bisa digantikan dengan perbuatan baik serta ibadah. Dosa itu harus dihukumkan. Tidak ada hukuman yang setimpal bagi dosa, selain kematian atau maut itu sendiri.

Bangsa Israel keluar dari tanah Mesir di depan mata semua orang Mesir. Pada waktu itu, orang Mesir sedang sibuk menguburkan orang-orang yang telah dibunuh Tuhan, yaitu semua anak sulung. Sebelumnya Tuhan sudah menghukum Mesir dengan sembilan tulah, tetapi ternyata orang Mesir sengaja tidak mau percaya kepada Tuhan. Padahal sepuluh tulah itu diberikan oleh Tuhan untuk melawan ilah-ilah yang disembah oleh orang Mesir.

Views: 27

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top