Ketakutan Yang Menular (Jelajah PL 515)

Bilangan 13:28-33

Di awal, para pengintai memuji akan kebaikan dan kesuburan negeri Kanaan itu. Kedua, mereka menjelaskan tentang kesulitan untuk menghadapi orang-orang Kanaan. Ketiga, mereka menjelaskan tentang kelemahan mereka. Dalam semua penjelasan itu, tidak ada Tuhan di dalamnya. Mereka hanya membicarakan hasil bumi, para raksasa yang ada di sana, serta menggambarkan diri seperti belalang di hadapan para raksasa itu. Tuhan tidak masuk dalam gambaran mereka itu.

Hal ini berbeda dengan sudut pandang Kaleb. Di hadapan Musa, Kaleb mencoba untuk menenteramkan hati bangsa itu. Kaleb berkata di ayat 30, “Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!” Tetapi tidak demikian dengan sepuluh pengintai yang lain. Mereka sepertinya malas untuk berperang, malas untuk menghadapi orang-orang Kanaan itu. Tanah Kanaan sudah tidak kosong, karena telah dipenuhi oleh suku-suku bangsa lain.

Sebenarnya Tuhan juga ingin menggunakan bangsa Israel untuk membasmi suku-suku bangsa tersebut, karena semua bangsa itu sudah sangat jahat dan telah menyimpang jauh dari moralitas yang seharusnya. Bukan hanya bangsa Israel, tetapi hari ini pun banyak orang Kristen yang melihat situasi di sekitarnya tanpa Tuhan. Mereka tahu ada berkat Tuhan yang disediakan bagi orang-orang yang menaati firman Tuhan. Tetapi mereka takut dengan tantangan yang sedang dihadapi.

Raksasa atau tantangan yang kita hadapi saat ini cukup banyak, misalnya: masalah rumah tangga, kesehatan, relasi, kepercayaan atau masalah keuangan. Apapun tantangan itu, sebenarnya bisa dikalahkan di dalam Tuhan. Tetapi kita juga tidak boleh melihat diri kita seperti belalang. Para pengintai sedang merendahkan posisinya dan meninggikan musuhnya. Ini menjadi salah satu cara orang yang tidak bergantung kepada Tuhan, melihat kelemahan-kelemahan dalam dirinya.

Berbeda dengan Kaleb dan Yosua yang tidak melupakan Tuhan. Dua orang ini berbeda dengan sebagian besar pengintai yang lain, karena mereka bersandar pada Tuhan. Dengan Tuhan, maka segala sesuatu yang sepertinya tidak mungkin, menjadi mungkin. Dengan Tuhan, ada keberanian dan kekuatan. Ketika kita berada dalam firman Tuhan dan mau mengikuti kehendak Tuhan, maka Tuhan akan beserta dengan kita. Kita bisa mengalahkan raksasa atau kesulitan apapun dalam hidup ini.

Ada hal berlebihan lain yang diungkapkan oleh sepuluh pengintai, di ayat 32. Mereka menyampaikan kabar busuk tentang negeri yang diintai. Mereka mengatakan bahwa negeri itu merupakan negeri yang memakan penduduknya dan semua orang yang dilihat di sana adalah orang-orang yang tinggi perawakannya. Dengan menyampaikan semua ini, mereka telah berhasil melemahkan semangat bangsa Israel yang lain. Rasa takut akan sangat mudah menular ke orang lain.

Sama halnya dengan yang dinyatakan di dalam Ulangan 20:8, sebagai perintah Tuhan pada saat orang Israel pergi berperang. Tuhan tidak memaksa semua orang Israel menjadi pasukan, jika mereka takut. Di ayat itu dikatakan, “Lagi para pengatur pasukan itu harus berbicara kepada tentara demikian: Siapa takut dan lemah hati? Ia boleh pergi dan pulang ke rumahnya, supaya hati saudara-saudaranya jangan tawar seperti hatinya.”

Views: 5

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top