Bilangan 13:1-2
Di pasal ini, bangsa Israel sebenarnya memiliki kesempatan untuk mendapatkan kemenangan dan kecemerlangan. Mereka sudah siap untuk maju dan masuk ke tanah Kanaan. Bangsa Israel sebelumnya adalah budak di Mesir. Jika kita mengingat kembali, mulai dari Abraham, Tuhan memilih seseorang yang bisa menjadi bapa bagi suatu bangsa yang akan menjadi umat Tuhan. Tuhan memilih Abraham karena imannya. Abraham memiliki keturunan Ishak dan Yakub. Sebelum semuanya itu terjadi, Tuhan sudah bernubuat kepada Abraham bahwa keturunannya akan diperbudak selama empat ratus tahun.
Terjadilah seperti yang dinubuatkan oleh Tuhan. Yakub dan keturunannya pindah ke tanah Mesir karena terjadi kelaparan yang hebat. Selama empat ratus tiga puluh tahun, mereka diperbudak di tanah Mesir. Tuhan sudah melepaskan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir. Tuhan telah mengirim Musa untuk membebaskan mereka, dengan tangan teracung, dengan tulah-tulah yang hebat dan dengan mujizat-mujizat yang dahsyat.
Setelah mereka keluar dari tanah Mesir, maka Tuhan membawa mereka ke gunung Sinai. Tuhan tidak langsung membawa bangsa Israel masuk ke tanah Kanaan. Sebagai suatu bangsa yang baru saja keluar dari perbudakan, mereka belum siap untuk menjadi bangsa yang terorganisir. Maka mereka perlu diperbaharui. Mereka dibawa ke gunung Sinai untuk dikuduskan dan diangkat menjadi umat Tuhan. Di sana, mereka masuk ke dalam perjanjian Musa, perjanjian Sinai. Mereka setuju untuk mengikuti semua perintah Tuhan.
Selama kurang lebih satu tahun, bangsa Israel berada di Sinai. Mereka belajar berbakti dan taat kepada Tuhan. Tuhan sudah memberitahu segala sesuatu, sehingga bangsa Israel bisa bertindak sesuai dengan ketetapan Tuhan. Tuhan mempersiapkan hati dan pikiran mereka, mendewasakan mereka secara rohani dan mengajarkan mereka tentang kekudusan Tuhan. Mereka juga membangun Kemah Suci untuk menyembah Tuhan.
Setelah itu, mereka mulai bergerak dengan pengaturan Tuhan, berdasarkan suku-suku mereka. Di pasal ini, mereka sudah sampai di perbatasan Kanaan, yaitu di Kadesh-Barnea. Kadesh-Barnea ini ada di sebelah selatan. Mereka mendekati Kanaan dari sebelah selatan. Mereka sebenarnya sudah siap untuk masuk ke tanah Kanaan. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya, sehingga mengakibatkan mereka harus berputar-putar di padang gurun selama empat puluh tahun. Satu generasi mati di padang gurun.
Pasal yang seharusnya menceritakan kemenangan Israel atas Kanaan, justru menjadi pasal yang menceritakan tentang tragedi. Kadesh-Barnea seharusnya menjadi tempat permulaan dari kemenangan Israel. Justru Kadesh-Barnea menjadi tempat pemberontakan, tempat dosa dan tempat permulaan bagi bangsa Israel untuk berputar-putar di padang gurun. Kisah ini seharusnya juga menjadi peringatan bagi kita, bahwa orang yang sudah siap untuk menang di dalam Tuhan, bisa berbalik menjadi kalah dan mengalami kemunduran hebat.
Views: 15