Hari Raya Pondok Daun (Jelajah PL 580)

Bilangan 29:12-40

Hari raya selanjutnya adalah hari raya Pondok Daun. Pada hari ini, sesuai dengan petunjuk di dalam Imamat 23, bangsa Israel harus tinggal di pondok. Hari raya ini penuh dengan sukacita dan kegembiraan. Di dalam Ulangan 16:13 dikatakan, “Hari raya Pondok Daun haruslah kaurayakan tujuh hari lamanya, apabila engkau selesai mengumpulkan hasil tempat pengirikanmu dan tempat pemerasanmu.” Hari raya ini merupakan saatnya pengumpulan hasil panen terakhir.

Orang Israel harus berkumpul di Yerusalem pada hari-hari raya tertentu, yaitu: hari raya Roti Tidak Beragi, hari raya Pentakosta dan hari raya Pondok Daun. Bagi yang datang dari jauh, mereka bisa mendirikan pondok di sekitar Yerusalem. Bagi orang Yahudi yang memiliki tempat tinggal di Yerusalem, mereka memasang daun-daun di rumah mereka.

Sekarang ini, orang Israel memiliki lebih banyak hari raya. Misalnya: hari raya Purim (dibuat oleh Ester dan Mordekhai, mengingat kebebasan mereka dari ancaman Haman), hari raya Hanukkah (perayaan penahbisan kembali Bait Kedua di Yerusalem setelah pemberontakan Makabe).

Pada hari kelima belas di bulan ketujuh, bangsa Israel harus mengadakan pertemuan kudus. Mereka tidak diperbolehkan melakukan pekerjaan berat. Mereka harus mengadakan perayaan bagi Tuhan selama tujuh hari. Cukup banyak persembahan yang harus diberikan kepada Tuhan: tiga belas ekor lembu jantan muda, dua ekor domba jantan, empat belas ekor domba berumur setahun dan semuanya tidak boleh cacat cela. Tidak ketinggalan juga kurban sajian.

Pada hari kedua, jumlah persembahan lembu jantan mudah berkurang satu. Pada hari ketiga, jumlah lembu jantan juga berkurang satu. Setiap harinya, jumlah lembu jantan berkurang satu sampai pada hari ketujuh, tinggal tujuh ekor lembu jantan yang perlu dipersembahkan kepada Tuhan. Pada hari kedelapan, bangsa Israel harus mengadakan perkumpulan raya. Mereka tidak diperbolehkan melakukan pekerjaan berat.

Selama tujuh hari perayaan hari raya Pondok Daun, mereka mempersembahkan cukup banyak kurban. Tuhan menuntut persembahan yang cukup banyak dan pastinya memiliki harga yang mahal. Tetapi hal ini tentu tidak memberatkan bangsa Israel, karena semua persembahan ini ditanggung oleh satu bangsa, bukan hanya satu orang. Tuhan menuntut persembahan yang banyak karena Tuhan juga telah memberikan berkat yang lebih banyak bagi orang Israel.

Perayaan Pondok Daun dilakukan pada saat orang Israel melaksanakan panen raya terakhir. Pada saat itulah, Tuhan sedang mencurahkan berkatnya yang sangat besar kepada bangsa Israel. Ketika hari itu tiba, saatnya bagi orang Israel untuk menunjukkan rasa syukur dan terima kasih mereka kepada Tuhan. Mereka mengembalikan berkat yang Tuhan telah berikan. Kita tidak akan bisa mengalahkan Tuhan dalam hal memberi berkat.

Sepertinya pasal 28 dan 29 ini tidak menarik untuk dibaca dan direnungkan. Tetapi Tuhan mencatatkan semuanya ini dengan tidak bosan-bosannya. Tuhan selalu menjelaskan secara terperinci dan bahkan diulang-ulang. Dari sini kita bisa melihat bahwa Tuhan sangat terperinci dalam menata kehidupan manusia dan alam semesta ini.

Views: 21

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top