Bilangan 28:26-29:11
Hari raya setelah Paskah dan Roti Tidak Beragi, orang Yahudi menantikan hari hulu hasil. Hari ini dirayakan setelah selesai tujuh minggu atau empat puluh sembilan hari. Hari hulu hasil itu masuk di hari ke lima puluh dan disebut dengan hari raya Pentakosta. Hari raya Pentakosta ini adalah hari raya pengumpulan hasil pertama. Hal ini digenapi di dalam Perjanjian Baru, pada saat orang Yahudi merayakan Pentakosta di Yerusalem, jemaat Tuhan Yesus Kristus diperkenalkan kepada dunia. Peristiwa ini berdampak besar bagi dunia, dengan pertobatan banyak orang.
Untuk hari Pentakosta orang Yahudi, mereka harus mempersebahkan kurban bakaran: dua ekor lembu jantan muda, seekor domba jantan, tujuh ekor domba berumur setahun. Selain itu juga ada kurban sajian: tepung yang terbaik, diolah dengan minyak, yakni tiga persepuluh efa untuk setiap ekor lembu jantan, dua persepuluh efa untuk domba jantan yang seekor.
Selanjutnya ada hari raya yang dirayakan pada bulan ketujuh, yaitu hari raya peniupan serunai. Hari raya ini juga disebut dengan nama Rosh Hashanah. Orang Israel menganggap bahwa hari raya ini sebagai permulaan tahun mereka. Salah satu keunikan bangsa Israel, mereka memiliki dua perayaan tahun baru. Tahun baru pertama ada di bulan Nisan, sebagai tahun baru keagamaan. Sedangkan Rosh Hashanah berada di bulan Tisyri, sebagai tahun baru sekuler atau kenegaraan.
Pada perayaan Rosh Hashanah ini, orang Yahudi hanya mempersembahkan satu lembu jantan muda. Sedangkan untuk kurban yang lain, masih sama dengan bulan-bulan sebelumnya. Perayaan ini juga ditandai dengan peniupan terompet. Mereka biasanya meniup tanduk domba jantan atau hewan lain, yang disebut dengan shofar. Perayaan ini menjadi persiapan untuk perayaan pendamaian yang biasanya dilaksanakan pada tanggal 10 bulan Tisyri.
Di dalam Perjanjian Lama, terompet atau serunai menjadi salah satu alat untuk memberi peringatan. Di dalam Yehezkiel 33 dijelaskan bahwa sangkakala atau terompet ini sangat penting. Pada waktu itu belum ada alat komunikasi modern seperti sekarang. Jika ada tanda bahaya atau tanda malapetaka, maka serunai itu ditiup untuk memberi peringatan kepada semua bangsa Israel.
Puncak dari seluruh perayaan bangsa Israel adalah hari raya Pendamaian. Hari raya ini dirayakan sebagai peringatan bahwa Tuhan telah mendamaikan bangsa Israel. Dari mulai tanggal 1, pada saat peniupan serunai, orang Israel seharusnya sudah mulai memeriksa diri mereka masing-masing, terutama memeriksa kesalahan dan dosa-dosa mereka. Sampai di tanggal 10, mereka mendapatkan sukacita, karena mereka pada akhirnya mendapatkan pendamaian.
Di hari Pendamaian, dimulai dengan puasa terlebih dulu. Awalnya bukan sukacita, tetapi penderitaan. Tetapi akan diakhiri dengan sukacita. Pada hari Pendamaian, satu kali dalam satu tahun, Imam Besar diperbolehkan masuk ke ruang maha kudus dengan membawa darah lembu untuk mendamaikan dirinya dan bangsa Israel. Di dalam ruang maha kudus itu ada Tabut Perjanjian yang menggambarkan tentang kehadiran Tuhan.
Views: 27