Estafet Kepemimpinan (Jelajah PL 576)

Bilangan 27:12-23

Ketika Musa memukul batu yang kedua, sebenarnya ia sedang menggambarkan kondisi manusia yang ingin menyalibkan Yesus lebih dari satu kali. Ini yang disebut dengan dosa murtad, sudah pernah bertobat dan percaya kepada Yesus Kristus, lalu keluar dari Yesus Kristus dan ingin kembali lagi. Orang Kristen juga bisa melepaskan kepercayaannya dengan sengaja, sehingga keselamatan itu tidak lagi ada di dalam dirinya.

Kita mungkin tidak bisa memahami, jika ada orang yang sudah sungguh-sungguh percaya kepada Yesus, di kemudian hari melepaskan kepercayaannya kepada Yesus. Yang perlu kita perhatikan, Alkitab sudah memperingatkan hal ini terlebih dulu. Artinya, ada kemungkinan hal itu bisa terjadi. Kita sudah diberi nasihat, supaya kita berhati-hati, jangan sampai kita menjadi salah satu dari orang yang melepaskan kepercayaan di dalam Yesus itu. Musa tidak murtad. Tetapi tindakan salah dari Musa ini menjadi lambang dosa murtad.

Musa sudah bisa menerima keputusan Tuhan tersebut. Musa memang sedih, tetapi ia rela untuk menjalani keputusan itu. Ia bersedia untuk melepaskan jabatannya dan sedang berpikir untuk pemimpin yang akan menjadi penerusnya. Musa tahu bahwa tantangan yang akan dihadapi oleh orang yang memimpin Israel, sangat berat. Tantangan itu bisa dari dalam, juga bisa dari luar. Bangsa Israel adalah bangsa yang besar, tetapi tegar tengkuk. Bangsa Israel kadang-kadang seperti domba, tetapi tidak jarang mereka juga seperti kambing. Diperlukan seorang pemimpin yang kuat.

Sama seperti kita pada saat ini, mungkin kita sedang memimpin umat. Ini semua adalah pekerjaan Tuhan. Jika waktu kita sudah selesai, maka di kemudian hari, Tuhan akan membangkitkan pemimpin yang akan melanjutkan kepemimpinan kita. Pekerjaan Tuhan perlu dilanjutkan, karena pekerjaan Tuhan lebih besar daripada pribadi kita. Jika sudah selesai, kita harus mengembalikannya kepada Tuhan, supaya Tuhan yang membangkitkan pemimpin baru untuk melanjutkan pekerjaan pelayanan itu. Tugas kita adalah melaksanakan pekerjaan kita sebaik-baiknya.

Seorang pemimpin sudah dipersiapkan oleh Tuhan, yaitu Yosua (artinya: Yehova keselamatan). Yosua telah mengabdi kepada Musa dengan setia. Seorang pemimpin, pertama-tama dia harus tahu diri dipimpin. Tetapi kecenderungan manusia selalu ingin jadi pemimpin, tanpa menyadari bahwa ia pun harus dipimpin terlebih dulu. Pemimpin yang baik adalah orang yang mau menjadi pengikut atau murid yang baik. Yosua selama ini telah menjadi pengikut yang baik dari Musa. Yosua tidak pernah memberontak atau berkeinginan untuk menggantikan kepemimpinan musa dengan cara yang salah.

Yosua adalah orang yang sangat mendukung Musa. Pada saat Yosua menjadi pemimpin, dia tahu bagaimana harus menjadi pemimpin yang baik. Yosua disuruh berdiri di depan imam Eleazer. Eleazar juga berasal dari generasi yang baru, setelah kematian Harun. Setelah itu, Yosua diteguhkan sebagai pemimpin yang baru. Musa meletakkan tangannya atas Yosua. Peletakan tangan ini simbol dari peralihan kepemimpinan. Musa melepaskan jabatannya, untuk diberikan kepada Yosua, atas perintah Tuhan dan disaksikan oleh imam Eleazar serta segenap umat Israel.

Views: 27

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top