Bilangan 11:17-18
Supaya tidak bersungut-sungut, maka harus ada langkah-langkah yang diambil sebagai solusi. Pertama, berusaha untuk lebih memahami Tuhan. Semakin orang itu dewasa di dalam Tuhan, maka akan terhindar dari pengaruh sungut-sungut. Di ayat 16 Tuhan memerintahkan Musa untuk mengumpulkan tua-tua Israel sebanyak tujuh puluh orang. Tuhan akan menaruh Roh-Nya atas mereka. Hal itu digenapi di ayat 24 dst.
Pada waktu itu, ketika semua orang Israel bersungut-sungut, mereka semua akan datang kepada Musa. Musa dianggap sebagai pemimpin tertinggi dan yang paling bertanggung jawab kepada orang Israel. Karena itu Tuhan ingin meringankan beban Musa dengan membagi beban itu pada tua-tua Israel. Bukan hanya Musa yang bertanggung jawab, tetapi Musa akan dibantu oleh para tua-tua Israel. Tujuh puluh orang ini yang kemudian menjadi Sanhedrin bagi orang Israel.
Tuhan mengambil Roh-Nya dari Musa dan akan membagikannya kepada tujuh puluh orang tua-tua. Bukan berarti bahwa Roh Kudus akan terpotong-potong menjadi tujuh puluh, karena Roh Kudus merupakan satu Pribadi yang tidak terbatas. Sama seperti dalam pelajaran Matematika, sesuatu yang tidak terhingga, dibagi dengan angka apapun, hasilnya tetap tidak terhingga. Tidak terhingga ini juga melambangkan Tuhan yang tidak terbilang.
Para tua-tua Israel itu telah dipenuhi oleh Roh Kudus. Dipenuhi oleh Roh Kudus berbeda dengan dibaptis Roh Kudus. Dipenuhi oleh Roh Kudus juga berbeda dengan didiami oleh Roh Kudus. Didiami oleh Roh Kudus, tidak ada di dalam Perjanjian Lama. Konsep ini berada di dalam Perjanjian Baru. Misalnya di dalam Yohanes 14:17 dikatakan, “…yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.”
Di Perjanjian Lama, Roh Kudus menyertai orang-orang tertentu, tetapi tidak diam di dalam hati mereka secara permanen. Di dalam Perjanjian Baru, semenjak hari raya turun-Nya Roh Kudus yang bersamaan dengan hari raya Pentakosta orang Yahudi, Roh Kudus diam di dalam setiap orang percaya. Didiami oleh Roh Kudus artinya ada Roh Kudus di hati setiap orang percaya pada saat ini.
Berbeda dengan konsep dibaptis oleh Roh Kudus. Baptisan Roh Kudus tidak terjadi lagi pada saat ini. Baptisan Roh Kudus hanya terjadi di abad pertama kekristenan. Pembaptisan Roh Kudus merupakan cara Tuhan untuk mendeklarasikan zaman gereja. Di dalam Alkitab, tercatat hanya empat kali terjadi pembaptisan Roh Kudus, sesuai dengan Amanat Agung yang sudah disampaikan oleh Tuhan Yesus di dalam Kisah Para Rasul 1:18.
Di dalam Amanat Agung itu, Tuhan memberi perintah untuk menjadi saksi di Yerusalem, Yudea, Samaria dan sampai ke ujung bumi. Ada empat tahap perkembangan gereja-gereja lokal. Di Yerusalem terjadi baptisan Roh Kudus pada hari Pentakosta. Kedua, terjadi di Samaria oleh Filipus. Ketiga terjadi di Kaisarea (ibukota Yudea), di rumah Kornelius. Keempat, terjadi di Efesus sebagai perwakilan dari ujung bumi. Dari kota Efesus, penginjilan tersebar ke berbagai tempat di seluruh dunia.
Views: 18