Bilangan 11:16-17
Bersungut-sungut memiliki dampak yang negatif. Misalnya, bersungut-sungut akan menghilangkan sukacita. Di pasal ini, orang Israel sedang tidak bersukacita. Ketika mereka bersungut-sungut, maka sukacita mereka lenyap. Mereka juga menangis di depan kemah Musa. Di dalam 1 Tesalonika 5:16-18 dikatakan, “Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”
Mengucap syukur dan bersukacita merupakan dua hal yang saling berkaitan. Kita tidak akan pernah bersukacita jika tidak bisa mengucap syukur. Jika kita bersungut-sungut, maka sukacita itu akan hilang dari diri kita. Karena itulah, Tuhan Yesus selalu memberi contoh kepada kita untuk bersukacita. Dia juga memberi teladan kepada kita untuk selalu mengucap syukur.
Paulus di tengah-tengah penderitaan yang hebat, selalu bersukacita, karena dia mengucap syukur. Kita tidak pernah membaca di dalam Alkitab bahwa Paulus bersungut-sungut. Paulus bahkan menulis kepada jemaat di Filipi dengan tema bersukacita. Surat ini ditulis oleh Paulus, pada saat ia berada di dalam penjara.
Orang yang bersungut-sungut, bisa menularkan atau mempengaruhi orang lain untuk bersungut-sungut juga. Di ayat 4, ada segerombolan orang campuran yang ikut orang Israel keluar dari tahan Mesir. Mereka yang pertama kali bersungut-sungut dan menularkan sungut-sungut itu pada semua orang Israel yang lain. Jika di dalam satu jemaat, ada satu orang saja yang membuka suara negatif, maka suara itu akan cepat menular di kalangan jemaat yang lain.
Jika suatu saat kita mau bersungut-sungut, sebaiknya berpikir ulang. Jangan sampai hal buruk yang kita lakukan, mempengaruhi orang lain. Ketika satu orang mulai mengeluh, seringkali orang lain pun ikut terseret dalam arus yang sama. Bukankah kita sering melihat suasana yang awalnya baik-baik saja, bisa berubah menjadi negatif hanya karena satu orang yang mulai mengomel?
Sesuatu yang buruk biasanya akan cepat menular dan menyebar dibandingkan dengan sesuatu yang baik. Karena itulah, ajaran dan firman Tuhan harus diajarkan berulang-ulang, karena memang sulit untuk mempengaruhi orang lain untuk berbuat baik. Tetapi jika pengaruh itu tidak baik dan jahat, tidak perlu diulang dan akan cepat menyebar. Ibarat seperti api kecil yang ditiup angin, ia akan cepat membesar.
Orang yang bersungut-sungut juga akan mudah untuk melupakan Tuhan. Ketika hati dipenuhi dengan keuhan, mata kita menjadi buta untuk melihat berkat dan penyertaan Tuhan selama ini. Jika seseorang ingat Tuhan, maka ia akan berhenti bersungut-sungut. Orang Israel sedang lupa pada Tuhan, sehingga Tuhan harus mengingatkan kembali akan keberadaan-Nya. Kita baca di pasal ini bahwa beberapa kali kemuliaan Tuhan datang.
Dalam sungut-sungut mereka, bangsa Israel telah lupa bahwa Tuhan sudah berulang kali menyatakan kuasa dan kasih-Nya. Itulah sebabnya, Tuhan harus kembali mengingatkan mereka akan kehadiran dan kemuliaan-Nya.
Views: 19