Bukan Makanan Membosankan (Jelajah PL 502)

Bilangan 11:4-9

Ada terjemahan yang menarik di ayat 4, dikatakan mengenai “orang-orang bajingan”. Di dalam Terjemahan Baru 2, terjemahan ini diganti menjadi “segerombolan orang yang sangat menginginkan daging.” Ternyata, di antara orang Israel, ada orang-orang lain yang ikut di dalam rombongan itu. Di dalam Keluaran 12:38 dicatat, “Juga banyak orang dari berbagai-bagai bangsa turut dengan mereka; lagi sangat banyak ternak kambing domba dan lembu sapi.”

Artinya, yang keluar dari tanah Mesir bukan hanya orang-orang murni dari Israel. Kemungkinan ada bangsa lain dan juga orang Israel yang sudah menikah dengan orang Mesir. Bisa juga ada orang Israel yang kawin campur dengan bangsa lain, selain Mesir dan Israel. Orang-orang campuran dari berbagai bangsa ini yang mulai bersungut-sungut. Mereka mempengaruhi orang-orang di sekitarnya, sehingga terhitung bangsa Israel juga ikut bersungut-sungut.

Inilah ciri-ciri orang campuran yang berada di antara bangsa Israel yang murni. Mereka merasa tidak mendapat bagian dari umat Israel. Mereka menjadi sangat berbahaya. Terkadang, sungut-sungut itu dimulai dari orang-orang yang belum benar-benar percaya kepada Tuhan. Hal ini berbahaya, karena bisa menular dan juga mempengaruhi orang-orang yang sudah percaya kepada Tuhan.

Mereka tidak menyadari kebaikan dan pertolongan Tuhan atas mereka. Bahkan mereka kembali mengingat ke Mesir dan ingin kembali ke sana. Mereka lupa bahwa selama mereka di Mesir, status mereka adalah budak. Sedangkan ketika mereka sudah keluar dari Mesir dan sedang dalam perjalanan di padang gurun, mereka telah menjadi orang merdeka. Mereka ingat dengan ikan yang biasa di makan di Mesir, tetapi mereka melupakan perbudakan yang pernah terjadi atas mereka.

Orang-orang yang suka bersungut-sungut selalu ingin melihat hal-hal yang indah-indah saja dari semua hal yang tidak mereka miliki. Tentu yang seperti ini sangat berbahaya. Untuk mencegahnya, tidak ada yang bisa kita lakukan selain mengucap syukur kepada Tuhan dengan segala keadaan atau kondisi kita. Banyak orang tidak mau mengucap syukur, sehingga membuahkan banyak dosa yang lain. Semua yang diinginkan belum tentu baik. Karena itu lebih baik mengucap syukur dengan mencukupkan semua yang ada pada diri kita.

Pada saat itu, ada manna yang bisa dinikmati oleh bangsa Israel. Mana tidak bisa dianggap sebagai makanan yang membosankan. Di dalam Keluaran 16:31 dikatakan, “Umat Israel menyebutkan namanya: manna; warnanya putih seperti ketumbar dan rasanya seperti rasa kue madu.” Di ayat 8 dijelaskan bahwa manna ini bisa dimasak dengan cara yang berbeda, yaitu dimasak dalam periuk dan membuatnya menjadi roti bundar, rasanya seperti panganan yang digoreng.

Manna menjadi bahan dasar, memiliki rasa yang enak dan bisa dibentuk menjadi berbagai masakan serta bisa diolah dengan berbagai macam cara. Jika mau dibandingkan dengan makanan pada saat ini, manna bisa diibaratkan seperti nasi yang tidak pernah membosankan. Hanya saja, manna lebih hebat dari nasi. Bahkan di dalam Ulangan 8:4 ada jaminan dari Tuhan, “Pakaianmu tidaklah menjadi buruk di tubuhmu dan kakimu tidaklah menjadi bengkak selama empat puluh tahun ini.”

Views: 19

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top