Bersungut-sungut (Jelajah PL 501)

Bilangan 11:1-6

Bangsa Israel mulai bersungut-sungut atau menggerutu. Sikap seperti ini menjadi salah satu bentuk dosa yang nanti akan sering muncul di dalam perjalanan bangsa Israel menuju tanah Kanaan. Sama seperti hari ini, bentuk dosa ini juga masih sering muncul dalam kehidupan manusia, bahkan di dalam kehidupan orang percaya. Ada orang-orang yang bersungut-sungut dan menggerutu sepanjang hari, sehingga tidak ada sukacita terhadap orang tersebut. Lebih berbahaya lagi ketika muncul gerakan bersungut-sungut dalam satu kelompok atau komunitas.

Pasal ini paling tidak mengajarkan kepada kita tiga hal, yaitu: gejala orang bersungut-sungut, bahaya orang bersungut-sungut dan solusi untuk orang yang selalu bersungut-sungut. Seorang yang bersungut-sungut, sebenarnya ia sedang tidak tahu bersyukur. Orang itu akan lebih banyak berkeluh kesah dan lupa untuk bersyukur terhadap hidupnya. Orang seperti ini biasanya pesimis dan tidak pernah mengatakan hal yang positif.

Seperti dikatakan di ayat 1 bahwa bangsa Israel bersungut-sungut di hadapan Tuhan tentang nasib buruk mereka. Seharusnya, dari antara semua bangsa di bumi, orang Israel seharusnya menjadi bangsa yang paling bersyukur di muka bumi ini. Mereka sebenarnya sedang memiliki nasib baik. Ketika mereka sadar bahwa diri mereka adalah keturunan Abraham, seharusnya mereka bersyukur. Abraham yang memiliki perjanjian dengan Tuhan, memiliki keturunan yang seharusnya sangat bersukacita.

Tidak ada bangsa yang dipilih oleh Tuhan secara langsung. Tidak ada bangsa yang dikeluarkan dari perbudakan dengan cara-cara yang dahsyat, selain bangsa Israel. Tidak ada bangsa yang memiliki pengalaman berjalan di padang gurun dengan dituntun oleh tiang awan dan tiang api. Seharusnya mereka tidak mengatakan bahwa nasib mereka buruk. Semestinya mereka berkata bahwa nasib mereka sangat baik. Tetapi seperti inilah ciri-ciri atau gejala orang yang sedang bersungut-sungut. Mereka lupa untuk bersyukur.

Karena itu, dalam segala hikmat-Nya, Tuhan memberi perintah kepada kita untuk bersyukur. Di dalam 1 Tesalonika 5:18 dikatakan, “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” Kita harus mengucap syukur supaya kita tidak menjadi orang yang mudah bersungut-sungut. Kita dituntut untuk mengucap syukur dalam segala hal dan situasi. Dalam segala situasi, baik atau buruk, sebenarnya tetap ada hal yang bisa memberi alasan kepada kita untuk mengucap syukur.

Tidak ada kekurangan atas bangsa Israel, tetapi mereka tetap bersungut-sungut. Semua sudah dimiliki di dalam Tuhan, tetapi mereka tetap tidak bersyukur. Orang yang bersungut-sungut suka meninggikan hal-hal yang tidak dimiliki serta mengecilkan hal-hal yang dimiliki. Seperti pepatah yang mengatakan, “rumput tetangga selalu lebih nampak hijau daripada rumput sendiri.” Apapun yang dimiliki, dianggap tidak berharga. Tetapi yang tidak dimiliki, nampak sangat baik dan indah. Orang yang bersungut-sungut tidak akan pernah puas.

Views: 27

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top