Bilangan 32:7-19
Jika bani Ruben dan Gad memutuskan untuk tidak masuk ke tanah Kanaan, ada dampak yang cukup besar, yaitu membuat enggan hati orang Israel untuk menyeberang ke tanah Kanaan. Keputusan dan tindakan mereka bisa melemahkan suku Israel yang lain. Suku yang lain juga bisa iri kepada kedua suku tersebut. Hal-hal seperti ini juga bisa terjadi dalam kehidupan kita sekarang. Karena itu, sebagai orang percaya, dalam mengambil keputusan dan melakukan suatu tindakan, maka kita harus memikirkan banyak hal.
Kita tidak bisa menjadi orang Kristen yang egois, hanya berpikir untuk kepentingan diri sendiri. Paulus dalam hal makanan, dia bisa mengkonsumsi apa saja karena memang tidak ada makanan yang diharamkan pada saat ini. Tetapi, dalam kondisi tertentu, dia memilih untuk tidak makan sesuatu, supaya tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain, terutama bagi orang-orang yang baru percaya kepada Tuhan.
Kita bisa memikirkan ulang setiap perkataan dan tindakan kita, supaya tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain. Semuanya ini tidak akan merugikan kita. Justru kita akan menjadi kesaksian yang baik bagi orang lain. Di saat yang sama, kita juga sedang memagari diri sendiri, supaya tidak terjerumus pada hal-hal yang tidak berkenan di hadapan Tuhan. Ketika kita melakukan semuanya itu dengan kesadaran untuk berkenan di hadapan Tuhan, maka kita akan melakukannya dengan sukacita.
Hari ini, banyak tindakan sederhana yang bisa kita lakukan sambil mempertimbangkan dampaknya bagi orang lain, terutama bagi orang-orang yang baru percaya kepada Yesus Kristus. Kita bisa memberi kesaksian melalui cara berpakaian kita. Kita bisa bersaksi melalui perkataan yang baik. Kita juga bisa bersaksi melalui media sosial, dengan mengunggah atau menulis segala hal yang bisa memberkati orang lain.
Bani Ruben dan Gad berusaha untuk menjelaskan kepada Musa tentang maksud mereka. Mereka mengambil keputusan itu bukan karena takut berperang. Mereka siap berperang dan akan maju di depan suku yang lain. Mereka siap untuk masuk ke tanah Kanaan dan berperang bersama seluruh orang Israel. Hanya saja mereka memang mau mendapatkan wilayah di sebelah timur sungai Yordan. Mereka berjanji tidak akan kembali ke sebelah timur sungai Yordan, sebelum semua umat Israel mendapatkan milik pusaka.
Dalam hal ini, sikap bani Ruben dan Gad masih cukup baik. Meskipun mereka sedang tidak menginginkan hal yang terbaik, tetapi cara mereka masih cukup baik. Seringkali memang ada orang yang seperti ini, cukup baik tetapi tidak mau untuk mengasah diri menjadi yang terbaik. Misalnya, raja Yosafat merupakan salah satu raja yang cukup baik. Sayangnya dia berkompromi dengan cara berbesan dengan Ahab. Dampaknya negatifnya justru diterima oleh generasi berikutnya.
Setiap keputusan selalu ada konsekuensi dan dampaknya. Dampak itu bisa positif dan negatif. Karena itu, kita harus tetap bijak dalam melakukan banyak hal. Masih beruntung jika berdampak negatif, hanya terjadi pada kita. Tetapi menjadi tidak beruntung ketika dampak itu sampai kepada orang lain atau generasi kita berikutnya.
Views: 28