Bilangan 34
Orang Israel sudah berkeliling selama kurang lebih empat puluh tahun. Saatnya mereka mulai mempersiapkan diri untuk masuk ke tanah Kanaan. Sebelum masuk ke tanah Kanaan, Tuhan memberikan petunjuk-petunjuk yang nantinya akan diterapkan di tanah Kanaan.
Pasal 34 sepertinya membosankan dan tidak terlalu penting. Tetapi, informasi ini sebenarnya penting, terutama untuk mengetahui kondisi tanah Kanaan yang sebenarnya. Semua yang dicatat di sini membuktikan bahwa sejarah itu benar-benar terjadi. Tuhan menyebutnya secara detail, termasuk batas-batas wilayah Kanaan, yang pada saat ini dikenal dengan daerah Timur Tengah. Tuhan mematok batas-batas tanah Kanaan dengan menyebut nama-nama daerah pembatasnya.
Di bagian selatan, berbatasan dengan Laut Asin atau Laut Mati. Batas itu melewati Kadesh-Barnea, terus sampai ke sungai Mesir (sungai Nil). Di bagian barat, berbatsan dengan laut Mediterania. Di sebelah utara berbatasan dengan beberapa daerah, seperti gunung Hor dan beberapa kota yang lain. Di bagian timur, mulai dari Hazar-Enan ke Sefam, terus ke Ribla sampai sungai Yordan dan berakhir di Laut Mati.
Semua ini menjadi bukti yang kuat bahwa ribuan tahun yang lalu, tanah ini sudah menjadi milik pusaka bangsa Israel. Hanya saja, di zaman modern ini, wilayah Israel menjadi lebih kecil, dibandingkan dengan negara-negara di sekitarnya. Saat ini, wilayah Israel diperebutkan oleh berbagai negara. Bukan hanya Israel, tetapi kota Yerusalem juga menjadi daerah yang diperebutkan juga. Padahal, Yerusalem merupakan pusat kota Israel, yang sering disebutkan di dalam Alkitab. Yerusalem menjadi kota penting bagi penyembahan orang Israel.
Wilayah yang sudah diberi batas oleh Tuhan ini, direalisasikan oleh bangsa Israel di bawah kepemimpinan Yosua, setahap demi setahap. Pada masa Kerajaan Seribu Tahun nanti, tanah ini akan dikembalikan kepada bangsa Israel. Hari ini bangsa Israel terus berjuang untuk tanah mereka, sesuai dengan batas-batas yang telah ditentukan oleh Tuhan. Tetapi, bangsa-bangsa di sekitarnya tidak akan mungkin memberikan tanah itu kepada bangsa Israel. Sampai Tuhan Yesus datang, barulah tanah itu dikembalikan kepada Israel secara penuh.
Batas itu sebenarnya sudah tercatat sebelumnya dalam Kejadian 15:18-21, “Pada hari itulah Tuhan mengadakan perjanjian dengan Abram serta berfirman: Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat: yakni tanah orang Keni, orang Kenas, orang Kadmon, orang Het, orang Feris, orang Refaim, orang Amori, orang Kanaan, orang Girgasi dan orang Yebus itu.”
Wilayah itu akan ditempati oleh sembilan setengah suku. Suku Ruben, Gad, dan setengah dari suku Manasye, mereka sudah meminta secara khusus tanah di sebelah timur sungai Yordan. Mereka nanti akan menyeberang ke barat melalui sungai Yordan menuju tanah Kanaan untuk mengambil wilayah bagi sembilan setengah suku Israel. Tuhan memilih Imam Eleazar dan Yosua bin Nun yang akan memimpin pembagian milik pusaka. Selain itu, Tuhan juga menunjuk perwakilan dari setiap suku, dimulai dari suku Yehuda.
Views: 41