Tanda Sunat (Jelajah PL 68)

Kejadian 17:10-14

Sunat menjadi tanda bagi perjanjian antara Tuhan dengan Abraham, yaitu janji mengenai keturunan dan tanah pusaka. Tanda ini tidak hanya dilakukan untuk Abraham saja, tetapi juga untuk keturunan Abraham. Keturunan yang dimaksudkan ini adalah keturunan fisik (biologis), yaitu bangsa Israel. Tanda itu sengaja dilakukan pada alat reproduksi laki-laki. Kemaluan laki-laki keturunan Abraham harus disunat, dikerat kulit khatannya.

Perjanjian ini sangat personal dan pribadi, karena tandanya juga bersifat sangat pribadi. Bagi seorang laki-laki, hanya orang-orang khusus saja yang seharusnya mengetahui tanda ini, yaitu: orangtuanya (yang menyunat), istrinya (mengetahui bahwa suaminya adalah seorang Yahudi), dan dirinya sendiri. Dia akan menyadari bahwa dirinya adalah bagian dari bangsa yang telah dipilih oleh Tuhan. Karena itu, tanda sunat menjadi sangat penting dan personal, bagi orang-orang Yahudi. Mereka melaksanakan tanda janji ini secara turun temurun.

Ada banyak yang beranggapan dan berpendapat bahwa sunat sudah dilakukan oleh bangsa-bangsa lain sebelum Abraham. Tetapi sunat tidak pernah dilakukan secara massal, seperti yang pernah dilakukan oleh bangsa Israel. Mungkin di bangsa lain ada praktik sunat, tetapi tidak menyeluruh. Karena itu, sunat menjadi tanda yang spesial, tanda perjanjian antara Tuhan dengan Abraham dan keturunannya.

Tuhan memberi perintah kepada Abraham untuk menyunat anaknya pada saat mereka berumur delapan hari. Sunat pada waktu itu tidak dilakukan atas dasar alasan kesehatan, tetapi karena tanda perjanjian. Tuhan juga tidak pernah memberikan perintah yang bisa merugikan kesehatan umatnya. Beberapa waktu belakangan, sunat ternyata memiliki keuntungan atau manfaat secara medis. Tetapi Abraham melakukan sunat bukan karena alasan medis.

Usia delapan hari merupakan usia ideal untuk seorang anak laki-laki disunat. Sesudah ilmu kedokteran mulai maju, baru diketahui bahwa pada usia ke delapan hari ada zat-zat dalam tubuh untuk pembentukan dan pembekuan dalam kondisi maksimal. Jika sunat dilakukan sebelum hari ke delapan, berpotensi untuk mengalami pendarahan yang parah. Ini merupakan hikmat yang diberikan oleh Tuhan. Apalagi pada zaman Abraham, tidak ada teknologi yang cukup bagus untuk menghentikan pendarahan.

Dengan menyunat laki-laki pada waktu bayi, tanpa alat kesehatan modern seperti ini, maka penyembuhan anak-anak akan lebih cepat. Selain itu bisa menghindarkan anak-anak yang disunat dari trauma secara psikologis. Apalagi pada waktu itu belum ada obat untuk penghilang rasa sakit (bius). Hari ini, ketika sudah ada obat bius, sunat masih menjadi peristiwa yang mengerikan bagi sebagian orang.

Tanda ini sangat ditekankan oleh Tuhan kepada Abraham. Tanda itu ada di dalam daging, yang menjadi perjanjian kekal. Setiap orang asing yang ingin bergabung menjadi orang Yahudi, maka mereka harus menggunakan tanda sunat ini. Jika ada orang Yahudi yang tidak mau bersunat atau menyunatkan anaknya, mereka harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya. Orang tersebut dianggap telah mengingkari perjanjian Tuhan tersebut.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *