Standar Moral Lot (Jelajah PL 77)

Kejadian 19:5-14

Terhadap tuntutan orang-orang Sodom ini, Lot ingin melindungi tamunya. Karena Lot sudah tahu bahwa tamunya ini istimewa, maka ia berusaha untuk melindungi mereka. Sangat sulit untuk kita pahami, ketika Lot justru menawarkan dua putrinya yang masih perawan untuk dipakai oleh penduduk kota Sodom itu, menurut kehendak mereka. Sebagai orang Kristen di zaman sekarang, mungkin kita sulit mengerti dengan keputusan Lot ini. Mungkin Lot sedang dalam kondisi bingung dan pikirannya sangat kacau.

Fakta bahwa Lot masih memiliki putri yang masih perawan di tengah kota yang bejat itu, membuktikan bahwa Lot masih memiliki standar moral yang sangat baik. Dia masih memiliki pengaruh dan kuasa atas rumah tangganya sendiri. Anak-anaknya masih terjaga dengan sangat baik. Bahkan penduduk Sodom menolak dengan keras tawaran Lot itu. Tuhan juga sepertinya tidak mengizinkan anak-anak Lot itu dianiaya oleh penduduk Sodom. Penduduk itu justru marah kepada Lot dan menyatakan bahwa Lot adalah orang asing yang mau menjadi hakim atas penduduk Sodom itu.

Dari perkataan penduduk Sodom itu menggambarkan bahwa Lot selama ini tidak mengikuti kebiasaan yang terjadi di Sodom. Lot bisa tetap kuat dan memiliki moral yang tinggi. Lot tidak sama dengan mereka dalam hal prinsip dan cara pandang hidup. Penduduk Sodom akhirnya berbalik untuk melawan Lot. Tetapi kedua malaikat itu mengulurkan tangan, menarik Lot masuk ke dalam rumah dan menutup pintu rumah itu. Malaikat itu membutakan mata orang-orang yang berada di depan rumah itu.

Di dalam Alkitab, ada beberapa kali tercatat bahwa Tuhan membutakan orang demi tujuan yang akan dilakukan-Nya. Di kisah lain, ada Elisa yang pada saat itu ada di kota Dotan. Pada waktu itu, Raja Aram mengirimkan pasukannya yang banyak untuk menangkap Elisa. Tuhan membutakan mata pasukan Aram itu, sehingga mereka digiring oleh Elisa sampai ke Samaria. Di Perjanjian Baru, Paulus pernah bersaksi kepada gubernur di pulau yang dekat dengan Mediterania. Pada waktu itu ada seorang tukang sihir Yahudi yang bernama Baryesus, yang pada saat itu membuat kacau. Tuhan membutakan dia untuk sementara waktu.

Sepertinya, penduduk Sodom tidak dibutakan secara penuh. Mereka dibuat bingung, sehingga tidak dapat menemukan pintu rumah Lot. Ketika Lot mengetahui hal itu, ia tentu lebih yakin jika tamunya bukanlah orang sembarangan. Selanjutnya kedua malaikat itu menanyakan tentang kaum atau saudara Lot yang ada di kota Sodom itu. Mereka mengajak Lot dan semua kaumnya keluar dari Sodom, karena kota itu akan dimusnahkan.

Mendengar itu, Lot keluar dan berbicara dengan calon menantunya (Dalam bahasa aslinya: sudah menjadi menantu. Dalam KJV: his sons in law, which married his daughters – kedua menantunya, yang sudah menikah dengan anak-anak perempuannya). Lot mengajak mereka untuk ikut keluar dari kota itu. Tetapi mereka memandang Lot sebagai orang yang berolok-olok saja. Keadaan Sodom sudah terbukti di depan mata kedua malaikat itu. Karena itu mereka segera akan menghukum kota Sodom itu, atas nama Tuhan.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *