Yesus Datang Membawa Upah (Jelajah PB 1138)

Wahyu 22:11-12

Malaikat itu memberi peringatan bahwa siapapun yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat. Barangsiapa melakukan kecemaran, biarlah ia terus hidup cemar. Siapapun yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran. Siapapun yang kudus, biarlah dia terus menguduskan dirinya. Seringkali, ketika kita menasihati sesama kita, mereka tidak mau mendengarkan kita. Atau bahkan mereka sengaja melakukan kesalahan dan diperlihatkan kepada kita. Jika kita teringat ayat ini, kita bisa membiarkan saja orang yang tidak mau mendengar nasihat kita.

Semakin mendekati kedatangan Tuhan, pengelompokan orang akan semakin jelas. Orang baik akan berkumpul dengan orang baik, sedangkan orang jahat akan berkumpul dengan orang jahat. Orang yang baik akan semakin baik, sedangkan orang yang jahat akan semakin jahat. Orang yang memusuhi Tuhan akan semakin banyak, karena mereka menampakkan diri dan semakin berani. Sedangkan orang yang ada di dalam Tuhan akan semakin kudus di hadapan Tuhan.

Saat ini, ke manakah kita menggabungkan diri? Kepada kelompok mana kita masuk? Semua akan menjadi pilihan kita, yang bisa kita pilih secara bebas dan sadar. Kita perlu mencermati dan menyadari semua ini, supaya kita tidak salah pilih. Jika kita mendapatkan nasihat firman Tuhan, kita pun tidak perlu tersinggung. Jika kita merasa kepahitan dengan firman Tuhan, maka kita akan menjauh dari kelompok yang menguduskan diri.

Jika ada orang yang mengatakan bahwa pengajaran yang kita yakini salah, kita tidak perlu marah. Justru kita perlu mempelajari ulang keyakinan kita. Jika keyakinan kita ternyata mulai melenceng dari firman Tuhan, maka kita patut berterimakasih kepada orang yang telah mengingatkan kita. Jika ternyata pengajaran kita benar, maka kita juga bisa memberi jawab kepada mereka yang bertanya tentang keyakinan kita. Dengan cara seperti itu, iman kita semakin teguh dan pengajaran keyakinan kita akan semakin kuat.

Kita sebagai manusia rohani yang hidup di dalam tubuh jasmani bisa menilai segala sesuatu. Sedangkan manusia duniawi tidak akan bisa menilai segala sesuatu, terutama tidak akan bisa menilai kehidupan rohani seseorang. Dirinya sendiri juga tidak bisa dinilai secara rohani (1 Korintus 2:15). Kita seharusnya meminta hikmat dari Tuhan, supaya bisa menilai segala sesuatu. Kita perlu menilai pengajaran, bukan dengan perasaan kita, tetapi dengan hikmat dari Tuhan.

Sesungguhnya Tuhan Yesus berjanji akan segera datang. Pada saat Ia datang, ia akan membawa upah-Nya, untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya. Keselamatan kita bukan karena perbuatan, tetapi karena anugerah keselamatan yang Tuhan berikan kepada manusia, melalui pengampunan dan penebusan di kayu salib. Setiap orang yang merespon positif anugerah keselamatan tersebut, kita akan menerima keselamatan.

Keselamatan yang kita dapatkan bukan upah, tetapi hadiah karena kita percaya kepada-Nya. Saat Tuhan datang, ia akan membawa upah. Upah itu kita dapatkan ketika kita mengerjakan keselamatan, sesuai dengan kehendak Tuhan. Jika kita ingin mendapatkan upah di Surga, tidak ada perbuatan lain selain melayani Dia sesuai dengan kehendak Dia.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *