Proses Pewahyuan Melalui Malaikat (Jelajah PB 1137)

Wahyu 22:6-10

Lalu malaikat itu berkata kepada Yohanes bahwa perkataan-perkataan yang disampaikan itu tepat dan benar. Tuhan yang memberi roh kepada para nabi, telah mengutus malaikat-Nya untuk menunjukkan kepada hamba-hamba-Nya, segala sesuatu yang harus terjadi. Bagian akhir dari Alkitab ini menunjukkan bahwa proses pewahyuan telah terjadi di pulau Patmos, kepada rasul Yohanes. Semua pewahyuan yang telah disampaikan itu tepat dan benar.

Tuhan menyatakan bahwa Dia akan segera datang. Ia menyatakan bahwa orang yang menuruti perkataan nubuatan dalam kitab ini akan berbahagia. Tuhan telah memberikan tuntunan kepada manusia, semua tertulis dalam Alkitab. Jangan sampai kita mencari tuntunan yang lain, selain yang ada di dalam Alkitab. Perkatan dan firman Tuhan tidak ada di tempat lain, selain di Alkitab, yang telah diwahyukan oleh Tuhan kepada para nabi dan rasul.

Tuhan tidak memberi pewahyuan apapun, selain yang ada di dalam Alkitab. Jika ada orang yang mengaku mendapatkan nubuatan, itu pasti bukan dari Tuhan. Jika ternyata nubuatan itu sama dengan Alkitab, maka seharusnya kita lebih percaya kepada perkataan Tuhan yang tertulis di dalam Alkitab, bukan percaya kepada nubuatan yang sama dengan Alkitab. Saat ini, kita hanya diperbolehkan untuk menafsirkan dan menyampaikan apa yang telah tercatat di dalam Alkitab. Kita tidak boleh menambahi  atau mengurangi isi Alkitab.

Rasul Yohanes bersaksi bahwa ia yang telah mendengar dan melihat semua pewahyuan yang Tuhan berikan. Orang Kristen yang pada waktu itu menerima surat ini juga tahu, bahwa kitab ini memang ditulis oleh rasul Yohanes. Pada waktu itu rasul Yohanes telah ditangkap dan diasingkan di pulau Patmos. Setelah Yohanes mendengar dan melihat semua pewahyuan serta penglihatan itu, ia tersungkur di depan kaki malaikat yang telah menunjukkan semua penglihatan itu. Yohanes tersungkur untuk menyembah malaikat tersebut.

Ini bukan penampakan Yesus Kristus, tetapi sedang terjadi proses pewahyuan melalui malaikat. Ketika Yohanes ingin menyembah malaikat itu, maka malaikat itu menolak. Malaikat itu berkata, “Jangan berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama seperti engkau dan saudara-saudaramu, para nabi dan semua mereka yang menuruti segala perkataan ini. Sembahlah Allah!” Dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa orang percaya harus tegas, tidak boleh menyembah selain Tuhan. Kita tidak diperbolehkan menyembah malaikat, juga tidak boleh menyembah sesama manusia.

Yesus tidak pernah menolak disembah. Ia tidak seperti malaikat yang menolak disembah oleh manusia. Karena itulah, kita bisa mendapat ketegasan bahwa Yesus adalah Tuhan, yang memang layak untuk disembah. Ia adalah Pencipta bumi ini dan segala isinya. Di dalam Matius 28:17 dicatat bahwa ketika para murid melihat-Nya, maka mereka menyembah Yesus Kristus. Beberapa di antara mereka ragu-ragu, tetapi Tuhan Yesus meyakinkan mereka.

Malaikat itu kemudian berkata kepada Yohanes supaya tidak perlu memeteraikan (menyimpan) perkataan-perkataan nubuat dalam kitab ini, karena memang waktunya sudah dekat. Waktu itu relatif, karena sampai sekarang pun banyak nubuatan dalam kitab ini belum digenapi. Tetapi kita perlu yakin bahwa pada saatnya nanti, semua nubuatan itu akan digenapi.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *