Kerusakan Alam Yang Dahsyat (Jelajah PB 1068)

Wahyu 6:9-13

Selanjutnya Anak Domba membuka meterai kelima. Yohanes melihat di bawah mezbah, banyak jiwa-jiwa yang telah dibunuh oleh karena firman Tuhan serta kesaksian yang telah mereka miliki. Ini adalah jiwa para martir yang telah mati demi kesaksian Yesus Kristus. Mereka lebih memilih tetap setia dan percaya kepada Yesus Kristus, melebihi nyawa mereka sendiri. Para saksi itu berseru dengan suara nyaring, “Berapa lamakah lagi ya Penguasa yang kudus dan benar, Engkau tidak menghakimi dan tidak membalaskan darah kami kepada mereka yang diam di bumi?”

Mereka adalah orang Kristen sejati, yang tidak pernah membalas kejahatan atau kekerasan dengan kejahatan lain. Ini juga yang telah diajarkan oleh rasul Paulus, ketika kita mengalami kejahatan atau kekerasan, kita tidak boleh membalas. Kita memberi kesempatan kepada Tuhan untuk membalasnya, karena pembalasan itu memang hak Tuhan. Pembalasan dari Tuhan akan sangat dahsyat.

Kepada mereka masing-masing diberi sehelai jubah putih. Kepada mereka juga diberitahu supaya mereka beristirahat. Mereka perlu menunggu sedikit lagi, karena ternyata masih ada rekan-rekan mereka yang akan mengalami hal yang sama seperti mereka, yaitu dibunuh karena firman Tuhan serta kesaksian mereka. Sepertinya jumlah mereka cukup besar. Mereka mati bukan karena kejahatan mereka, tetapi karena kebenaran dan kesetiaan mereka kepada Tuhan.

Selanjutnya Anak Domba itu membuka meterai yang keenam. Seketika terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut dan bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah. Hal ini juga pernah disampaikan oleh Yesus Kristus dalam Matius 24:29, “Segera sesudah siksaan pada masa itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang.”

Kemudian, di dalam Matius 24:30-31 dikatakan, “Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain.”

Demikian juga bintang-bintang di langit berjatuhan ke atas bumi bagaikan pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah, apabila ia digoncang angin yang kencang. Di akhir masa tribulasi atau kesusahan besar, akan terjadi peristiwa-peristiwa alam yang dahsyat. Saat ini kita melihat bahwa matahari seperti bola api yang meledak-ledak, tetapi pada akhirnya akan menjadi hitam atau padam. Sebaliknya, bulan justru akan menyala.

Ini adalah fenomena alam yang mungkin tidak akan bisa dijelaskan oleh ahli manapun juga. Sekarang saja sudah terjadi pemanasan global, tidak ada yang bisa mencegahnya. Penelitian demi penelitian dilakukan, tetapi sepertinya tidak ada cara untuk menghentikan semuanya itu. Yang seperti ini saja sudah merepotkan, apalagi peristiwa dahsyat yang akan terjadi, sesuai dengan apa yang telah dilihat oleh Yohanes dalam penglihatannya di pulau Patmos.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *