Kehendak Bebas Bagi Manusia (Jelajah PB 1129)

Wahyu 20:5-8

Keselamatan adalah anugerah yang diberikan kepada manusia oleh Tuhan. Barangsiapa mau merespon dengan percaya kepada Yesus Kristus, maka orang-orang percaya itu akan mendapatkan keselamatan dari Tuhan secara cuma-cuma. Berbeda dengan upah atau pemberian yang akan diberikan oleh Tuhan. Upah menyangkut dengan pekerjaan. Masuk Surga adalah anugerah yang diberikan secara cuma-cuma. Tetapi memerintah bersama dengan Dia, itu adalah hadiah yang diberikan oleh Yesus Kristus.

Orang-orang mati yang lain tidak bangkit sebelum berakhir masa yang seribu tahun itu. Ini adalah kebangkitan yang pertama di akhir zaman. Sedangkan untuk jemaat, kebangkitan sudah terjadi menjelang masa tribulasi, masa penganiayaan besar. Memang akan berbahagia bagi orang-orang yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka. Mereka akan menjadi imam-imam bagi Tuhan dan Kristus. Mereka juga akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya.

Setelah masa seribu tahun berakhir, maka Iblis akan dilepaskan dari penjaranya. Ia akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa pada keempat penjuru bumi, yaitu Gog dan Magog, dan mengumpulkan mereka untuk berperang dan jumlah mereka sama dengan banyaknya pasir di laut. Ketika mengalami seribu tahun masa kemakmuran dan kesejahteraan, sepertinya manusia semakin bertambah banyak.

Hal ini memang berbeda dengan keadaan yang ada pada saat masa tribulasi, penganiayaan besar. Pada masa tribulasi, manusia akan berkurang banyak, karena mereka mendapatkan malapetaka yang dahsyat. Pada masa seribu tahun, tidak ada kejahatan yang terjadi. Ini adalah pemerintahan Yesus Kristus dan tidak ada gangguan dari Iblis. Orang-orang yang ingin keamanan, sangat bersukacita dengan keadaan tersebut. Tetapi orang-orang yang hatinya tidak baik, sepertinya tidak akan suka dengan keadaan yang aman seperti itu.

Di akhir masa seribu tahun, Iblis akan dilepaskan kembali. Tuhan tetap konsisten, menciptakan manusia dengan kehendak bebas. Tuhan tidak pernah memaksa manusia untuk tetap percaya kepada-Nya. Karena itulah Iblis dilepaskan kembali. Manusia tetap memiliki pilihan, apakah mau tetap percaya kepada Tuhan atau memberontak kepada Tuhan. Manusia tidak bisa dipaksa, mau berbuat kebaikan atau tidak.

Meskipun Tuhan Yesus telah memerintah bumi selama seribu tahun dengan kedamaian dan kesejahteraan, tetapi tetap saja ada orang-orang yang ingin melawan Dia. Pada zaman Yesus memerintah, orang-orang yang hatinya ingin membangkang kepada Tuhan, tidak bisa melakukan pembangkangan itu, bukan tidak mau. Tetapi setelah Iblis dilepaskan, maka keinginan mereka tercapai, yaitu ingin memberontak kepada Tuhan.

Tuhan ingin supaya manusia menyembah dan memuliakan Tuhan dari kerinduan hatinya, bukan dari keterpaksaan. Orang-orang yang mengasihi Tuhan akan mengakui kesalahan mereka dan kembali kepada Tuhan dengan ketulusan hati. 

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *