Pentateuch

Janji dan Tanggung Jawab (Jelajah PL 624)

Ulangan 6:1-3 Setelah menjelaskan kembali sepuluh hukum kepada bangsa Israel di generasi Yosua, maka Musa menyimpulkannya. Musa mengingatkan kembali bahwa semua itu adalah perintah, yakni ketetapan dan peraturan, yang diajarkan untuk dilakukan di negeri Kanaan. Semua ini perlu diingatkan dan diajarkan kembali, karena sebentar lagi mereka masuk ke tanah Kanaan. Musa memang tidak akan masuk […]

Janji dan Tanggung Jawab (Jelajah PL 624) Read More »

Takut Kepada Tuhan (Jelajah PL 623)

Ulangan 5:22-33 Selanjutnya, Musa mengingatkan bahwa semua hukum itu diucapkan oleh Tuhan di tengah-tengah api, awan dan kekelaman, dengan suara yang nyaring. Hukum ini disampaikan bukan dengan suara yang lembut, bukan dengan bisikan pelan, tetapi dengan suara yang menggetarkan. Tuhan sengaja menampakkan diri demikian untuk menunjukkan bahwa Dia bukan Tuhan yang bisa dipermainkan. Tuhan itu

Takut Kepada Tuhan (Jelajah PL 623) Read More »

Hukum Terhadap Sesama (Jelajah PL 622)

Ulangan 5:17-21 Hukum keenam: Jangan membunuh. Membunuh di dalam kata ini lebih bersifat pribadi karena kebencian terhadap sesama. Membunuh ini tidak berbicara dalam hal peperangan, seperti negara yang mempertahankan wilayahnya dan membunuh musuhnya. Membunuh ini juga tidak berbicara tentang aparat negara yang ditugaskan untuk menghukum mati seseorang karena melanggar aturan negara. Hukum jangan membunuh bukan

Hukum Terhadap Sesama (Jelajah PL 622) Read More »

Menghormati Orang Tua (Jelajah PL 621)

Ulangan 5:13-16 Sabat sangat spesifik karena perjanjian antara Tuhan dengan Israel. Di Perjanjian Baru diberitahukan bahwa Sabat adalah bayangan. Di dalam Kolose 2:16-17, “Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya

Menghormati Orang Tua (Jelajah PL 621) Read More »

Sabat (Jelajah PL 620)

Ulangan 5:11-12 Hukum ketiga: Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan. Hukum ini menggambarkan bahwa Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang terhormat. Dia adalah Raja yang agung, tidak boleh menyebut nama-Nya dengan sembarangan. Tetapi perintah ini bisa disalahpahami dalam dua hal. Pertama, perintah

Sabat (Jelajah PL 620) Read More »

Scroll to Top