Pentateuch

Demi Nama Tuhan (Jelajah PL 562)

Bilangan 23:4-10 Bileam mempersembahkan korban di atas tujuh mezbah. Di atas setiap mezbah ada satu ekor lembu jantan dan satu ekor domba jantan. Angka tujuh merupakan simbol sempurna atau penggenapan, karena Tuhan sudah menggenapi semua pekerjaan-Nya di hari ketujuh. Sepertinya Bileam mengerti makna dari bilangan tujuh ini. Bileam ini menjadi tokoh yang misterius. Dia kenal […]

Demi Nama Tuhan (Jelajah PL 562) Read More »

Bileam Bertemu Balak (Jelajah PL 561)

Bilangan 22:36-23:3 Bileam sampai di Moab dan bertemu dengan Balak. Bahkan Balak menyongsong dia sampai ke kota Moab di perbatasan sungai Arnon, pada ujung perbatasan itu. Balak melakukan semua ini dengan tujuan memberi hormat kepada Bileam. Jika seseorang yang tidak penting, tentu seorang raja tidak akan menjemputnya. Balak yang menyongsong Bileam. Balak tahu bahwa keberadaan

Bileam Bertemu Balak (Jelajah PL 561) Read More »

Keledai Bileam Berbicara (Jelajah PL 560)

Bilangan 22:23-41 Selanjutnya, dikisahkan tentang peristiwa yang luar biasa. Ternyata keledai lebih peka daripada Bileam. Keledai Bileam itu bisa melihat Malaikat Tuhan yang sedang berdiri di jalan sambil membawa pedang terhunus di tangan-Nya. Ketika kita terobsesi sesuatu di luar kehendak Tuhan, menyebabkan hati kita tidak bisa peka lagi terhadap Tuhan. Orang-orang yang sengaja melanggar firman

Keledai Bileam Berbicara (Jelajah PL 560) Read More »

Kesesatan Bileam (Jelajah PL 559)

Bilangan 22:22 Bileam telah tergoda dengan harta yang dijanjikan oleh raja Balak. Di dalam Yudas 1:11 dikatakan, “Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.” Kesesatan Bileam berhubungan dengan orang yang melakukan sesuatu yang bertentangan

Kesesatan Bileam (Jelajah PL 559) Read More »

Isi Hati Bileam (Jelajah PL 558)

Bilangan 22:13-21 Jawaban Bileam terhadap orang-orang yang diutus oleh Balak bisa ditafsirkan sesuai dengan kondisi atau pun gaya bahasa pada waktu itu. Bileam sebenarnya bisa menolak dengan tegas. Tetapi dari bahasa yang disampaikan, sepertinya Bileam mau ikut mereka, tetapi mengatasnamakan Tuhan dengan mengatakan bahwa Tuhan tidak mengizinkan Bileam pergi bersama-sama dengan mereka. Akhirnya utusan itu

Isi Hati Bileam (Jelajah PL 558) Read More »

Scroll to Top